{"id":1482,"date":"2012-11-05T11:30:16","date_gmt":"2012-11-05T04:30:16","guid":{"rendered":"http:\/\/gemintang.com\/seks-dating\/?p=1482"},"modified":"2015-04-07T12:15:27","modified_gmt":"2015-04-07T05:15:27","slug":"wanita-juga-menyukai-pria-menangis","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wanita-juga-menyukai-pria-menangis\/","title":{"rendered":"Wanita Juga Menyukai Pria Menangis"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"http:\/\/hyve.gmcdn.net.s3.amazonaws.com\/Sad-guy.png\" alt=\"\" width=\"615\" height=\"350\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Gemintang.com<\/strong> &#8211; <a href=\"http:\/\/gemintang.com\/kisah-sukses-motivasi-inspirasi\/menangislah-karena-banyak-manfaat-yang-bisa-didapat\/\" target=\"_blank\">Menangis<\/a> adalah reaksi ilmiah dari dalam tubuh. Tidak selamanya pria yang menangis itu dianggap lemah, banci, dan tidak jantan. Buktinya, wanita juga menyukai saat-saat dimana pria menangis, loh! Bagi para kaum hawa, melihat pria menangis menandakan empat hal berikut ini:<!--more--><\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify\"><strong>1. Pria yang menangis itu lembut<\/strong><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify\">Pria yang bisa <a href=\"http:\/\/gemintang.com\/kisah-sukses-motivasi-inspirasi\/menangislah-karena-banyak-manfaat-yang-bisa-didapat\/\" target=\"_blank\">menangis<\/a>, terutama di depan orang yang ia sayangi menandakan bahwa ia memunyai perasaan dan hati yang lembut. Sisi lembutnya inilah yang membuat wanita menjadi nyaman saat berada di dekatnya.<\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify\"><strong>2. Pria yang menangis itu manis<\/strong><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify\">Bagi sebagian pria, <a href=\"http:\/\/gemintang.com\/kisah-sukses-motivasi-inspirasi\/menangislah-karena-banyak-manfaat-yang-bisa-didapat\/\" target=\"_blank\">menangis<\/a> di depan wanita mungkin akan memberikan imej lemah dan tak berdaya, padahal tidak selamanya hal tersebut benar. Banyak wanita yang menganggap bahwa pria yang menangis itu terlihat manis.<\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify\"><strong>3. Pria yang menangis itu jantan<\/strong><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify\">Buang jauh-jauh pemikiran bahwa pria menangis itu tidak jantan. Memang benar, wanita sekarang lebih mandiri dan merasa lebih kuat tanpa adanya pria. Tapi pria yang bisa mencurahkan <a href=\"http:\/\/gemintang.com\/kisah-sukses-motivasi-inspirasi\/menangislah-karena-banyak-manfaat-yang-bisa-didapat\/\" target=\"_blank\">tangisannya<\/a> di waktu dan tempat yang tepat justru terlihat sebagai sosok yang jantan.<\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify\"><strong>4. Menjadi orang yang dipercaya<\/strong><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify\">Bagi sebagian banyak wanita, pria yang bisa <a href=\"http:\/\/gemintang.com\/kisah-sukses-motivasi-inspirasi\/menangislah-karena-banyak-manfaat-yang-bisa-didapat\/\" target=\"_blank\">menangis<\/a> di depan wanitanya menandakan bahwa wanita tersebut sudah menjadi bagian dari hidupnya. Tidak hanya itu, wanita juga berpendapat bahwa pria yang tidak malu untuk mencurahkan tangisannya menandakan bahwa ia bisa menjadi dirinya sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Semua orang memiliki kelemahan. Oleh karena itu, tidak perlu malu untuk menunjukkannya karena tidak ada larangan untuk menangis bagi siapapun; wanita maupun pria. Kalau memang ingin menangis, <a href=\"http:\/\/gemintang.com\/kisah-sukses-motivasi-inspirasi\/menangislah-karena-banyak-manfaat-yang-bisa-didapat\/\" target=\"_blank\">menangislah<\/a>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">foto: gurl.com<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">(ldy\/sil)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gemintang.com &#8211; Menangis adalah reaksi ilmiah dari dalam tubuh. Tidak selamanya pria yang menangis itu dianggap lemah, banci, dan tidak jantan. Buktinya, wanita juga menyukai saat-saat dimana pria menangis, loh! Bagi para kaum hawa, melihat pria menangis menandakan empat hal berikut ini:<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":1483,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-1482","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-relationship"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1482","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1482"}],"version-history":[{"count":5,"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1482\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3873,"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1482\/revisions\/3873"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1483"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1482"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1482"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1482"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}