{"id":2483,"date":"2013-04-22T08:30:35","date_gmt":"2013-04-22T01:30:35","guid":{"rendered":"http:\/\/gemintang.com\/seks-dating\/?p=2483"},"modified":"2013-04-22T08:32:11","modified_gmt":"2013-04-22T01:32:11","slug":"waktu-yang-tepat-untuk-katakan-cinta","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/waktu-yang-tepat-untuk-katakan-cinta\/","title":{"rendered":"Waktu yang Tepat Untuk Katakan Cinta"},"content":{"rendered":"<figure style=\"width: 315px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"\" src=\"http:\/\/hyve.gmcdn.net.s3.amazonaws.com\/Ii-love-u-wallpaper.png\" width=\"315\" height=\"215\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Photo by hdwallpapersfan.com<\/figcaption><\/figure>\n<p>Gemintang.com &#8211; Saatnya merasakan cinta, saatnya kamu bilang \u201ci love you\u201d kepada dia. Tiga kata ini memang singkat namun dahsyat maknanya. Mendengar seseorang berkata cinta rasanya sudah ingin terbang saja. Iya, bukan? Terlebih bila seseorang itu adalah orang yang kita suka atau cintai. Tapi, ternyata tidak semua orang mudah mengatakan cinta. Padahal, waktu itulah yang diharapkan seseorang untuk mendengar kata cinta dari orang yang dicintainya. Ups, jangan sampai tidak menyadari bahwa ucapan cinta kamu sedang diharapkan oleh dia. So, kapan waktu yang tepat mengatakan cinta? Perhatikan <i>timing<\/i> ini agar kamu nggak kelolosan, ya. <!--more--><\/p>\n<ul>\n<li><b>Saat gelisah<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Misalnya suatu hari dia gelisah karena tidak percaya diri untuk menghadapi sebuah situasi. Sebagai motivator, yang harus kamu lakukan jelas memberinya dukungan dan membuat dia memperoleh kembali rasa percaya dirinya. Namun tak cukup dengan itu, kamu juga harus ucapkan \u201ci love you\u201d agar teringat dalam hatinya bahwa kamu akan selalu ada untuk dia. Minimalkan bertanya seperti, <i>\u201ckamu kenapa gelisah, kamu kenapa diem aja, dan kamu kenapa, kenapa dan kenapa.\u201d<\/i> Pertanyaan ini sungguh tidak akan membantu sama sekali, percaya, deh. Jadi, <i>boost up <\/i>dan perbaiki kembali susana hatinya dengan kata cinta.<\/p>\n<ul>\n<li><b>Saat merasa sendiri<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Hal yang paling dibenci memang saat kita merasa sendiri dan tak ada seorang pun yang menemani. Padahal, itu hanya perasaan kita saja yang mungkin pada saat itu sedang dikucilkan, diabaikan, dan atau ditinggalkan. Namun begitu, artinya kita lupa bahwa ada seseorang yang akan selalu ada untuk kita. Nah, tugas seorang kekasih saat pasangannya tengah merasa sendiri adalah ucapkan \u201ci love you\u201d yang akan membuatnya kembali ingat bahwa ada seseorang yang akan selalu ada untuk dia. Jangan kesal saat dia bercerita tentang seseorang yang mengabaikannya. Itu tidak selalu berarti bahwa seseorang itu sangat penting baginya. Jadi, jangan lupa ucapkan cinta saat menemui keadaan ini. Katakan juga, <i>\u201cLagian dia nggak penting banget, kok. Nggak rugi kan dicuekin sama dia. Yang penting itu, aku bakalan selalu ada buat kamu.\u201d<\/i> <em>Nice!<\/em><\/p>\n<ul>\n<li><b>Saat kesal dan marah<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Percayalah, suatu urusan tidak akan selesai ketika \u201capi disambung api\u201d. Tapi siapa yang terima dituduh tanpa bukti? Hal ini, akhirnya membuat kita kesal dan berujung kepada kekesalan lain yang mau tidak mau terlampiaskan kepada dia, pasangan kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">X : \u201cLho, kamu kok jadi marah sama aku ? Aku kan nggak tahu apa-apa, sayang. Ya udah, mendingan kamu duduk dan dengerin apa yang bakal aku omongin.\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Y : \u201cNggak, aku nggak mau duduk, aku maunya berdiri!\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">X : \u201cIya udah, oke. Denger ya sayang, orang lain mau bicara apapun tentang kamu, aku tetep sayang sama kamu dan cuma cinta sama kamu. Jadi dia yang nuduh nggak-nggak tentang kamu, aku nggak peduli, sayang\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Well, jadilah pasangan yang bisa memberi energi positif bagi pasangannya. Bagaimanapun kekasihmu merasa kesal dan marah, jangan lupa ucapkan cinta untuk mengurangi <em>mood<\/em> buruknya.<\/p>\n<ul>\n<li><b>Saat bahagia<\/b><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Terkesan <i>dont care<\/i>\u00a0 banget ya, saat pasangan berhasil mencapai sesuatu tapi kamu nggak mengucapkan apapun sebagai rasa turut bahagia. Terlebih, dia pasti menunggu momen yang pada saat dia menyatakan keberhasilannya, kamu pun menyambung dengan mengatakan bahwa kamu amat sangat mencintainya. So, why not? Katakanlah i love you saat itu juga. Namun selain itu, saat bahagia bisa terjadi pula di hari ulang tahunnya atau bahkan tepat di hari <i>anniversary<\/i> kalian. Tiga kata super dahsyat jelas akan menggambarkan betapa kamu sangat bahagia bisa bersamanya. And well, whenever you need it, just say it, <i>\u201ci love you\u201d.<br \/>\n<\/i><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">(mir\/rut)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gemintang.com &#8211; Saatnya merasakan cinta, saatnya kamu bilang \u201ci love you\u201d kepada dia. Tiga kata ini memang singkat namun dahsyat maknanya. Mendengar seseorang berkata cinta rasanya sudah ingin terbang saja. Iya, bukan? Terlebih bila seseorang itu adalah orang yang kita suka atau cintai. Tapi, ternyata tidak semua orang mudah mengatakan cinta. Padahal, waktu itulah yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":2484,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2483","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-dating"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2483","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2483"}],"version-history":[{"count":4,"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2483\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2487,"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2483\/revisions\/2487"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2484"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2483"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2483"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2483"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}