{"id":2606,"date":"2013-05-17T08:30:41","date_gmt":"2013-05-17T01:30:41","guid":{"rendered":"http:\/\/gemintang.com\/seks-dating\/?p=2606"},"modified":"2013-05-17T08:31:13","modified_gmt":"2013-05-17T01:31:13","slug":"ciri-ciri-pria-yang-dicurigai-gay","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/ciri-ciri-pria-yang-dicurigai-gay\/","title":{"rendered":"Ciri-Ciri Pria yang Dicurigai Gay"},"content":{"rendered":"<figure style=\"width: 315px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"\" src=\"http:\/\/hyve.gmcdn.net.s3.amazonaws.com\/Gggay.png\" width=\"315\" height=\"215\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Photo by sodahead.com<\/figcaption><\/figure>\n<p>Gemintang.com &#8211; Mungkin sebagian dari kamu pernah mendengar selintingan yang menanyakan tentang keberadaan \u201cpria sejati\u201d diantara sekian pria yang ada sekarang ini. Pandangan seperti ini kemungkinan tercipta dikarenakan ada beberapa pria yang cenderung terlihat lebih tertarik kepada sesama jenis ketimbang kepada lawan jenisnya sendiri. Meskipun tidak semua bisa disamaratakan kondisinya, akan tetapi hal ini perlu dipertimbangkan oleh kaum Adam. Lalu ciri lain apa sajakah yang bisa membuat perempuan beranggapan seperti itu? Berikut adalah berapa diantaranya. <!--more--><\/p>\n<ul>\n<li><strong>Kedekatan berlebihan dengan sesama jenis<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Pandangan ini memang terkesan tidak adil jika disematkan pada kaum pria dibanding pada kaum hawa. Ketika kaum hawa bisa dengan bebas pergi berdua atau melakukan aktifitas bersamaan, bagi para pria hal ini justru perlu diwaspadai. Karena tidak sedikit perempuan yang mengganggap kedekatan yang terlalu intens dengan teman lelakinya adalah salah satu ciri kalau pria itu adalah maho \u2013manusia homo.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Sosok pria metroseksual<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Memerhatikan penampilan memang penting. Akan tetapi jika seorang pria terlihat justru lebih peduli dengan penampilannya dari ujung kepala sampai ujung kaki, bisa jadi pemicu bagi perempuan untuk mengkategorikannya sebagai gay. Walaupun tidak semua pria yang memperhatikan penampilannya di sebut sebagai gay namun kecendrunganyang berlebihan dalam memperhatikan penampilan patut dicurigai.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Gemar membicarakan orang<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Berhati-hatilah bagi para pria yang gemar membicarakan orang terutama ketika berujung pada gosip yang belum tentu kebenarannya. Para kaum hawa akan beranggapan kalau pria tersebut bukan pria \u201csejati\u201d.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Lebih lembut dari perempuan umumnya<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Ketika seorang pria cenderung memperlihatkan sisi kewanitaan yang lembut, maka ini sudah jadi modal untuk beranggapan kalau pria tersebut bukanlah pria tulen. Kebanyakan pria dengan ciri seperti ini memiliki sisi lembut yang lebih dibanding kaum hawa.<\/p>\n<ul>\n<li><strong>Sering memberi jarak<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Satu lagi yang menjadi ciri-ciri pria dikatogerikan gay adalah seringnya ia menjaga jarak dengan lawan jenis. Biasanya mereka selalu menjauh meskipun ada wanita cantik di depannya. Dan sebaliknya, mereka akan terlihat lebih berhasrat jika ada lelaki yang terlihat tampan. Mereka cenderung lebih suka berada disamping teman gay-nya, karena mereka sudah merasa nyaman bersamanya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">(lyd\/rut)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gemintang.com &#8211; Mungkin sebagian dari kamu pernah mendengar selintingan yang menanyakan tentang keberadaan \u201cpria sejati\u201d diantara sekian pria yang ada sekarang ini. Pandangan seperti ini kemungkinan tercipta dikarenakan ada beberapa pria yang cenderung terlihat lebih tertarik kepada sesama jenis ketimbang kepada lawan jenisnya sendiri. Meskipun tidak semua bisa disamaratakan kondisinya, akan tetapi hal ini perlu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":2607,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-2606","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-intermezzo"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2606","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2606"}],"version-history":[{"count":3,"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2606\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2610,"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2606\/revisions\/2610"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2607"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2606"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2606"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2606"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}