{"id":3129,"date":"2013-10-14T11:30:06","date_gmt":"2013-10-14T04:30:06","guid":{"rendered":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/?p=3129"},"modified":"2015-05-26T09:54:52","modified_gmt":"2015-05-26T02:54:52","slug":"berdamai-dengan-rasa-cemburu","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/berdamai-dengan-rasa-cemburu\/","title":{"rendered":"Berdamai dengan Rasa Cemburu"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><a href=\"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/files\/2013\/10\/Jealous-woman.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter size-full wp-image-4006\" src=\"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/files\/2013\/10\/Jealous-woman.png\" alt=\"Jealous-woman\" width=\"615\" height=\"350\" srcset=\"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/files\/2013\/10\/Jealous-woman.png 615w, http:\/\/gemintang.com\/cinta\/files\/2013\/10\/Jealous-woman-300x171.png 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 615px) 100vw, 615px\" \/><\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Gemintang.com<\/strong> &#8211; Bagi pasangan yang memadu hubungan kasih, cemburu sering disebut sebagai bumbu cinta. Tapi apakah anggapan tersebut benar? Cemburu memang menandakan seberapa besar rasa cinta kamu kepada si dia, tapi jika rasa cemburu terus menerus menguasai hati dan pikiranmu, bisa jadi hubungan kamu yang akan jadi taruhannya. Sebelum hal tersebut terjadi, yuk belajar berdamai dengan rasa cemburu!<\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify\"><strong>1. Membangun kepercayaan<\/strong><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify\">Membangun kepercayaan kepada pasangan tidak bisa dilakukan hanya dalam waktu semalam. Kita perlu melatih hal tersebut secara terus menerus. Oleh sebab itu, berikan kepercayaan kepada si dia. Lapangkan hati dari segala kekhawatiran dan buang pikiran\u00a0negatif yang membuatmu berasumsi bahwa si dia bertindak yang \u201cmacam-macam\u201d di luar sana.<\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify\"><strong>2. Bertanya kepada diri sendiri<\/strong><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify\">Ketahui terlebih dahulu apa yang membuat kamu cemburu kepada si dia. Tanyakan kepada dirimu,\u00a0kenapa perasaan tersebut muncul, bagaimana rasa cemburu itu bisa tumbuh, dan apa yang menyebabkan kamu bisa bersikap cemburu terhadapnya?<\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify\"><strong>3. Komunikasi<\/strong><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify\">Peran komunikasi sangat penting dalam segala hal, termasuk saat menghadapi situasi seperti ini. <i>So,<\/i> ketika kamu merasa cemburu dengan si dia karena kedekatannya dengan\u00a0teman kantornya, tanyakan saja langsung kepada si dia. Tapi ingat, niatmu adalah bertanya, bukan menghakimi ya.<\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify\"><strong>4. Mengenal dunia si dia<\/strong><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify\">Tidak salah jika kamu mencoba untuk dekat dengan teman-teman si dia atau mencoba menyelam ke dalam hobi barunya. Cara ini membuat kamu menemukan alasan di balik rasa cemburu yang kamu rasakan tersebut.<\/p>\n<h5 style=\"text-align: justify\"><strong>5. Tidak berasumsi negatif<\/strong><\/h5>\n<p style=\"text-align: justify\">Setiap kali kamu merasa bahwa si dia <i>affair<\/i> di belakangmu, cepat-cepat tarik pikiran negatif tersebut. Jangan sampai asumsi negatifmu justru membuat kamu berang dan terjadi perpecahan. Tenangkan pikiran, cari waktu yang tepat untuk mendiskusikan hal ini.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">foto: ohsheglows.com<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">(asa\/rut)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gemintang.com &#8211; Bagi pasangan yang memadu hubungan kasih, cemburu sering disebut sebagai bumbu cinta. Tapi apakah anggapan tersebut benar? Cemburu memang menandakan seberapa besar rasa cinta kamu kepada si dia, tapi jika rasa cemburu terus menerus menguasai hati dan pikiranmu, bisa jadi hubungan kamu yang akan jadi taruhannya. Sebelum hal tersebut terjadi, yuk belajar berdamai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":4006,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-3129","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tips"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3129","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3129"}],"version-history":[{"count":5,"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3129\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4007,"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3129\/revisions\/4007"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/media\/4006"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3129"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3129"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/gemintang.com\/cinta\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3129"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}