{"id":3163,"date":"2013-01-04T14:00:01","date_gmt":"2013-01-04T07:00:01","guid":{"rendered":"http:\/\/gemintang.com\/kisah-sukses-motivasi-inspirasi\/?p=3163"},"modified":"2013-01-04T14:03:21","modified_gmt":"2013-01-04T07:03:21","slug":"kiat-sukses-wawancara-kerja","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/gemintang.com\/kisah-sukses-motivasi-inspirasi\/kiat-sukses-wawancara-kerja\/","title":{"rendered":"Kiat Sukses Wawancara Kerja"},"content":{"rendered":"<figure id=\"attachment_3164\" aria-describedby=\"caption-attachment-3164\" style=\"width: 300px\" class=\"wp-caption alignleft\"><a href=\"http:\/\/http:\/\/hyve.gmcdn.net.s3.amazonaws.com\/Hhow-to-crack-campus-interview.png\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-3164\" alt=\"Foto by prabhavonline.com\" src=\"http:\/\/gemintang.com\/kisah-sukses-motivasi-inspirasi\/files\/2013\/01\/Hhow-to-crack-campus-interview-300x204.png\" width=\"300\" height=\"204\" srcset=\"http:\/\/gemintang.com\/kisah-sukses-motivasi-inspirasi\/files\/2013\/01\/Hhow-to-crack-campus-interview-300x204.png 300w, http:\/\/gemintang.com\/kisah-sukses-motivasi-inspirasi\/files\/2013\/01\/Hhow-to-crack-campus-interview-180x122.png 180w, http:\/\/gemintang.com\/kisah-sukses-motivasi-inspirasi\/files\/2013\/01\/Hhow-to-crack-campus-interview.png 315w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><figcaption id=\"caption-attachment-3164\" class=\"wp-caption-text\">Foto by prabhavonline.com<\/figcaption><\/figure>\n<p style=\"text-align: justify\">Tes wawancara kerja memang seringkali membuat dilema. Agar sukses dan mendapatkan hasil sesuai harapan, calon pelamar diharapkan mampu untuk melewati berbagai tahap seleksi. Tapi apa cukup bila hanya mengandalkan kemampuan akademik? Saat tiba waktunya wawancara, disinilah mereka &#8211;pihak perusahaan&#8211; akan menilai, apakah anda <i>benefit<\/i>, atau tidak. Dalam halnya wawancara kerja, pihak pelamar akan diberi beberapa pertanyaan, dan tidak dipungkiri, hal tersebut seringkali membuat bingung, jawaban seperti apa yang sekiranya pantas untuk diungkapkan. Salah-salah, tahap seleksi bisa saja gagal hanya karena wawancara yang justru semula dianggap mudah. Untuk itu, berikut kiat sukses saat menjalani wawancara kerja.<!--more--><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pertanyaan : \u201cApa kelebihan anda ?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Jawab : Pilih potensi yang relevan dengan bidang pekerjaan yang anda lamar. Tak perlu mengatakan bahwa anda pekerja keras. Lebih baik berikan respons berupa, \u201cDaftar pekerjaan yang saya buat seringkali memperbudak saya. Sebab, saya tidak mau pulang sebelum pekerjaan beres semua.\u201d Pastikan anda percaya diri dan dapat berbicara lancar tentang komitmen dan keberhasilan tanpa menyombongkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pertanyaan : \u201cApa kekurangan anda ?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Jawab : Jangan katakan bahwa anda tipe orang yang perfeksionis, karena hal tersebut akan menunjukkan betapa sombongnya diri anda. Lebih baik, berikan jawaban yang kongkret seperti, \u201cSaya tipe orang yang mudah lupa. Oleh karenanya, saya selalu mencacat beberapa hal penting didalam memo ini.\u201d Tapi kemudian, segera susul kalimat itu dengan kelebihan anda yang lainnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pertanyaan : \u201cMengapa anda <i>resign <\/i>dari pekerjaan lama anda ?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Jawab : Hindari mengemukakan hal yang negatif perihal itu. Lebih baik ucapkan dengan kalimat positif seperti, \u201cSaya tidak melihat bahwa saya akan berkembang ditempat lama.\u201d Lalu, jelaskan mengapa anda menganggap bahwa perusahaan baru ini akan memberi kesempatan yang lebih baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pertanyaan : \u201cPernahkan anda gagal sebelumnya ?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Jawab : \u201cYa, saya pernah. Tapi kegagalan itu menjadi pelajaran bagi saya untuk bisa berkembang lebih baik lagi.\u201d Ungkapan kejujuran yang anda utarakan, akan membuat pewawancara tahu bahwa sikap anda dalam menyikapi masalah sangatlah bijak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pertanyaan : \u201cBerapa gaji yang anda minta ?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Jawab : Besarnya gaji, haruslah realistis. Sesuaikan pekerjaan yang Anda tuju dengan pendidikan serta gaji yang telah Anda perkirakan sebelumnya. Berikanlah penjelasan yang dapat diterima. Namun ada beberapa perusahaan yang memiliki ketentuan seperti apabila kinerja dirasa bagus, barulah gaji akan bisa dinegosiasikan kembali. Jadi, jangan sampai pihak perusahaan memberikan respons negatif atas pernyataan anda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pertanyaan : \u201cApakah anda punya pertanyaan ?\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Jawab : Jangan ragu untuk bertanya tentang pekerjaan ataupun hal-hal yang meliputi kantor tersebut. Misalnya, setelah anda diterima bekerja, <i>jobdesc<\/i> apa saja yang akan anda terima. Setidaknya, anda juga bisa mempelajari jobdesc tersebut sebelum benar-benar ditempatkan menjadi karyawan baru. Hal lain yang bisa ditanyakan adalah prosedur. Bertanyalah tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat berada di lingkungan kerja. Karena setiap ketentuan yang dimiliki perusahaan berbeda-beda, siapa tahu justru ada peraturan yang memberatkan anda nantinya. Misal, tidak boleh membawa <i>handphone<\/i> saat bekerja. Padahal, handphone adalah satu hal yang paling tidak bisa ditinggalkan karena satu dan lain hal. Untuk ini, silakan anda menimbang sendiri, apakah akan menyanggupi atau tidak.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">(Mira)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tes wawancara kerja memang seringkali membuat dilema. Agar sukses dan mendapatkan hasil sesuai harapan, calon pelamar diharapkan mampu untuk melewati berbagai tahap seleksi. Tapi apa cukup bila hanya mengandalkan kemampuan akademik? Saat tiba waktunya wawancara, disinilah mereka &#8211;pihak perusahaan&#8211; akan menilai, apakah anda benefit, atau tidak. Dalam halnya wawancara kerja, pihak pelamar akan diberi beberapa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":3164,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-3163","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-bisnis"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/gemintang.com\/kisah-sukses-motivasi-inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3163","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/gemintang.com\/kisah-sukses-motivasi-inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/gemintang.com\/kisah-sukses-motivasi-inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gemintang.com\/kisah-sukses-motivasi-inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gemintang.com\/kisah-sukses-motivasi-inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3163"}],"version-history":[{"count":6,"href":"http:\/\/gemintang.com\/kisah-sukses-motivasi-inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3163\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3166,"href":"http:\/\/gemintang.com\/kisah-sukses-motivasi-inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3163\/revisions\/3166"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gemintang.com\/kisah-sukses-motivasi-inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3164"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/gemintang.com\/kisah-sukses-motivasi-inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3163"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/gemintang.com\/kisah-sukses-motivasi-inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3163"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/gemintang.com\/kisah-sukses-motivasi-inspirasi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3163"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}