{"id":3124,"date":"2013-08-15T08:30:40","date_gmt":"2013-08-15T01:30:40","guid":{"rendered":"http:\/\/gemintang.com\/koleksi-cerita-lucu-humor\/?p=3124"},"modified":"2013-08-15T08:31:16","modified_gmt":"2013-08-15T01:31:16","slug":"anjing-pintar-dan-majikannya","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/gemintang.com\/koleksi-cerita-lucu-humor\/anjing-pintar-dan-majikannya\/","title":{"rendered":"Anjing Pintar dan Majikannya"},"content":{"rendered":"<figure style=\"width: 315px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"\" src=\"http:\/\/hyve.gmcdn.net.s3.amazonaws.com\/Mmananddog.png\" width=\"315\" height=\"215\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Photo by thefabweb.com<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>Gemintang.com<\/strong> &#8211; Seorang pria buta berjalan bersama anjing penuntun ke sebuah restoran sederhana yang tak jauh dari rumah mereka. Selama di perjalanan, si pria buta selalu mengikuti arah langkah kaki si anjing karena ia sudah hafal tempat-tempat yang biasa dikunjungi majikannya. Namun tiba-tiba langkah pria buta ini terhenti dan ia menunduk untuk menepuk kepala si anjing. <!--more--><\/p>\n<p>Tak jauh dari tempat itu, seorang pejalan kaki melihat si pria buta dan anjingnya dan ia bertanya.<\/p>\n<p>\u201cPermisi, kenapa Anda menepuk-nepuk kepala anjing Anda? Anjing Anda mungkin hanya kesal lalu menggigit ujung celana Anda\u201d ucap si pejalan kaki.<\/p>\n<p>\u201cAku tahu,\u201d jawab si pria buta. \u201cTapi aku harus menepukan kepalanya terlebih dahulu sebelum aku bisa menendang pantatnya.\u201d<\/p>\n<p>Mendengar jawaban tersebut si pria asing itu keheranan sendiri.<\/p>\n<p>(ysf\/rut)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gemintang.com &#8211; Seorang pria buta berjalan bersama anjing penuntun ke sebuah restoran sederhana yang tak jauh dari rumah mereka. Selama di perjalanan, si pria buta selalu mengikuti arah langkah kaki si anjing karena ia sudah hafal tempat-tempat yang biasa dikunjungi majikannya. Namun tiba-tiba langkah pria buta ini terhenti dan ia menunduk untuk menepuk kepala si [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":3125,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[10],"tags":[],"class_list":["post-3124","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-hewan"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/gemintang.com\/koleksi-cerita-lucu-humor\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3124","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/gemintang.com\/koleksi-cerita-lucu-humor\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/gemintang.com\/koleksi-cerita-lucu-humor\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gemintang.com\/koleksi-cerita-lucu-humor\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gemintang.com\/koleksi-cerita-lucu-humor\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3124"}],"version-history":[{"count":3,"href":"http:\/\/gemintang.com\/koleksi-cerita-lucu-humor\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3124\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3129,"href":"http:\/\/gemintang.com\/koleksi-cerita-lucu-humor\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3124\/revisions\/3129"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gemintang.com\/koleksi-cerita-lucu-humor\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3125"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/gemintang.com\/koleksi-cerita-lucu-humor\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3124"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/gemintang.com\/koleksi-cerita-lucu-humor\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3124"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/gemintang.com\/koleksi-cerita-lucu-humor\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3124"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}