{"id":3400,"date":"2013-10-23T08:30:27","date_gmt":"2013-10-23T01:30:27","guid":{"rendered":"http:\/\/gemintang.com\/koleksi-cerita-lucu-humor\/?p=3400"},"modified":"2013-10-23T08:30:46","modified_gmt":"2013-10-23T01:30:46","slug":"keluarga-yang-tidak-pandai-melawak","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/gemintang.com\/koleksi-cerita-lucu-humor\/keluarga-yang-tidak-pandai-melawak\/","title":{"rendered":"Keluarga Yang Tidak Pandai Melawak"},"content":{"rendered":"<figure style=\"width: 315px\" class=\"wp-caption alignleft\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" alt=\"\" src=\"http:\/\/hyve.gmcdn.net.s3.amazonaws.com\/Family-together-1.png\" width=\"315\" height=\"215\" \/><figcaption class=\"wp-caption-text\">Photo by southwarkmediation.co.uk<\/figcaption><\/figure>\n<p><strong>Gemintang.com<\/strong> &#8211; Mau tahu keluarga yang paling tidak asyik dan tidak lucu sejagat raya? Temuilah keluarga Kinkus. Keluarga yang terdiri dari ibu, ayah, seorang putera dan seorang puteri ini sudah tersohor karena ketidaklucuannya. Bahkan, sanak-saudara mereka pun ternyata mewarisi gen yang sama, yaitu gen \u2018tidak lucu\u2019.<\/p>\n<p>Hal ini terbukti ketika mereka mencoba menyampaikan lelucon klasik \u2018sang perawat dan sang dokter\u2019. Sebenarnya leluconnya sederhana, namun keluarga Kinkus tidak pernah berhasil menyelesaikan lelucon ini. Singkatnya, kisah \u2018sang perawat dan sang dokter\u2019 seperti ini: suatu hari seorang perawat menghampiri ruang kerja dokter dan berkata, \u201cDok, Dok, ada \u2018invisible man\u2019 di ruang tunggu!\u201d dan sang dokter membalas, \u201cKatakan pada orang itu, saya tidak dapat melihatnya.\u201d <!--more--><\/p>\n<p>Inilah yang terjadi ketika sang putera mencoba menceritakan lelucon yang sama. \u201cDi suatu ruang tunggu, seorang perawat, bernama Joy merasakan kehadiran orang lain di ruangan itu. Padahal ketika ia melihat ke sekeliling ruangan ia tidak menemukan seorang pun di sana. Ia berdiri dari kursinya dan berlari melewati koridor bercat ungu yang dihiasi berbagai lukisan antik yang mengarah ke ruang dokter. Ketika berlari, ia melihat salah satu lukisan luar biasa di dinding koridor. Lukisan itu merupakan lukisan antik peninggalan abad ke-18 yang diam-diam memang Joy kagumi.<\/p>\n<p>Akhirnya, sampailah ia di ruang dokter. Joy pun berseru, \u2018Dok, Dok!\u2019 sang dokter merupakan siswa lulusan terbaik dari universitas kedoteran ternama di Amerika&#8230; \u201d begitulah, sang putera tidak bisa menceritakan sesuatu dengan sederhana. Ia terlalu senang memoles cerita sehingga cerita menjadi terlalu panjang. Ketika ia selesai bercerita, para pendengar pun sudah pergi entah kemana.<\/p>\n<p>Lain halnya dengan sang puteri. Salah satu kelemahan terbesarnya terletak di ingatannya yang cukup minim. Inilah yang terjadi ketika ia mencoba menceritakan lelucon yang sama, \u201cSeorang perawat berlari menuju ruang tunggu\u2026 tunggu.. seorang perawat berada di ruang tunggu dan berlari ke\u2026 sebentar maksudku, seorang perawat ada di ruang tunggu.. hmm bukan ruang tunggu.. tapi.. tunggu sebentar biar ku ulangi\u2026 jadi..\u201d Begitulah akhirnya leluconnya tidak pernah selesai karena dimulai pun tidak.<\/p>\n<p>Berbeda juga dengan sang ayah, yang merupakan ahli keuangan. Ia selalu berkata bahwa ia sudah tahu lelucon yang sedang dibicarakan dan akhirnya ia akan membelokkan pembicaraan ke masalah keuangan. \u201cAyah sudah pernah mendengar lelucon seperti ini. Waktu itu Steven membicarakannya. Kamu tahu Steven kan? Itu loh anak pengusaha terkenal yang menjadi pemilik bank X. Padahal, bank itu sudah hampir dilikuidasi.. hey, kamu mau kemana? Ayah belum selesai bicara!\u201d<\/p>\n<p>Yang paling parah adalah ketika leluconnya tidak didengarkan sama sekali. Misalnya ketika seorang keponakannya yang bernama Mark berkunjung. Mark langsung memotong cerita, \u201cKok susternya bisa tahu ada \u2018invisible man\u2019 di ruang tunggu?\u201d \u201cKan, harusnya dia nggak kelihatan?\u201d \u201cAtau mungkin karena orangnya tidak kelihatan tapi bajunya tetap terlihat?\u201d \u201cApa \u2018invisible man\u2019-nya nggak pakai baju?\u201d \u201cKenapa dia ke dokter tapi nggak pakai baju?\u201d<\/p>\n<p>Yah, lebih baik jangan bertemu dengan keluarga Kinkus. Itu merupakan solusi terbaik.<\/p>\n<p>(lyd\/rut)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gemintang.com &#8211; Mau tahu keluarga yang paling tidak asyik dan tidak lucu sejagat raya? Temuilah keluarga Kinkus. Keluarga yang terdiri dari ibu, ayah, seorang putera dan seorang puteri ini sudah tersohor karena ketidaklucuannya. Bahkan, sanak-saudara mereka pun ternyata mewarisi gen yang sama, yaitu gen \u2018tidak lucu\u2019. Hal ini terbukti ketika mereka mencoba menyampaikan lelucon klasik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":3401,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11],"tags":[],"class_list":["post-3400","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-keluarga"],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/gemintang.com\/koleksi-cerita-lucu-humor\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3400","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"http:\/\/gemintang.com\/koleksi-cerita-lucu-humor\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/gemintang.com\/koleksi-cerita-lucu-humor\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gemintang.com\/koleksi-cerita-lucu-humor\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gemintang.com\/koleksi-cerita-lucu-humor\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3400"}],"version-history":[{"count":4,"href":"http:\/\/gemintang.com\/koleksi-cerita-lucu-humor\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3400\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3404,"href":"http:\/\/gemintang.com\/koleksi-cerita-lucu-humor\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3400\/revisions\/3404"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/gemintang.com\/koleksi-cerita-lucu-humor\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3401"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/gemintang.com\/koleksi-cerita-lucu-humor\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3400"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/gemintang.com\/koleksi-cerita-lucu-humor\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3400"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/gemintang.com\/koleksi-cerita-lucu-humor\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3400"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}