Foto by womenfindingmen.com
Gemintang.com – Ketidaksetiaan, ketidakcocokan, dan ketidakpercayaan, benar adanya jika hal tersebut merupakan beberapa penyebab berakhirnya suatu hubungan. Namun, terlalu banyak berpikiran buruk dan selalu memberikan penilaian sendiri terhadap sesuatu hingga menghasilkan keputusan yang salah, itulah asumsi yang kerap kali membuat anda menyesal karena telah mengambil keputusan tersebut.
Anda berpikiran anda benar dengan hanya menduga-duga atas suatu perkara, padahal tidak seperti itu kenyataannya. Umumnya, wanita lebih sering berasumsi. Namun, tidak menutup kemungkinan pria pun melakukan hal yang sama. Kebanyakan orang berasumsi berdasarkan apa yang mereka lihat dari kejauhan tanpa mengklarifikasi terlebih dahulu. Ada juga asumsi yang datang hanya karena informasi dari teman dekat. Atau ketika ada sebuah media yang memuat artikel tentang tanda-tanda hubungan anda harus diakhiri, semuanya ditelan mentah-mentah hingga menghasilkan sebuah asumsi yang tidak berdasar pada kenyataan.
Pria pada umumnya mungkin tidak begitu peduli ketika panggilannya diabaikan oleh si wanita. Tapi, wanita akan bertanya berulang kali “kenapa telponnya ga dijawab? Kamu lagi dimana sih? ngapain?” Dan semakin bercabanglah pertanyaannya kepada si pria. Begitu pula ketika si pria berhalangan kencan karena harus menghadiri acara keluarga. Si wanita akan menganggap bahwa itu hanyalah alasan belaka dan bertanya pada diri sendiri, seberapa pentingnya acara keluarga dibanding dirinya. Apa mungkin ada perjodohan ?
Beberapa asumsi buruk tidak akan pernah menyelesaikan masalah. Hal ini justru akan memancing munculnya masalah baru. Kebiasaan buruk seperti ini tentu harus anda hilangkan demi menjaga keutuhan hubungan anda dan pasangan anda. Beberapa hal bisa anda lakukan untuk menghilangkan kebiasaan buruk tersebut, diantaranya :
Hindari gossip
Gosip, hanya memiliki tingkat kebenaran sebanyak 20% dan selebihnya hanyalah perasaan menduga-duga. Jadi, bagaimana anda bisa mempercayai kebenaran yang hanya bernilai 20% tanpa memastikannya sendiri.
Hindari pesan teks
Komunikasi berbasis teks, akan lebih banyak menemui kesalahpahaman. Oleh karenanya, akan lebih baik jika anda bertemu, atau setidaknya kirimkan pesan video. Bagaimanapun, intonasi dan mimik muka akan mempengaruhi komunikasi diantara anda dan pasangan anda. Tentu anda berupaya untuk menyelesaikan kesalahpahaman yang ada, bukan malah memperpanjang masalah tersebut.
Jadi, berhentilah berasumsi jika anda tidak ingin hubungan anda berakhir dengan sebuah penyesalan.
(Mira)





