Foto by crystalhollenbeck.com
Gemintang.com – Kita bisa terserang rasa bingung ketika mendapati pasangan yang selalu saja marah-marah apalagi kalau tidak jelas alasan dia marah. Maka daripada itu, perlu bagi kita untuk cari tahu penyebab kemarahannya dan cara mengatasi kalau dia sedang marah.
Beberapa faktor bisa jadi penyebab pasangan kamu selalu marah-marah, diantaranya:
Genetik atau bawaan
Kita tahu kalau rasa marah memang sudah tertanam dalam diri kita sejak lahir dengan porsi yang berbeda dari satu orang dengan lainnya. Bisa jadi pasangan kamu memang memiliki kadar rasa marah yang tinggi. Karena itu pula, dia jadi suka marah-marah.
Lingkungan
Adalah faktor eksternal yang bisa menjadi pemicu amarah pasangan kita. Bisa jadi dia bergaul secara rutin dengan orang-orang yang dengan mudah bisa meluapkan emosi dan amarahnya.
Komunikasi yang kurang antar pasangan
Kurangnya komunikasi bisa berdampak negatif pada hubungan kita. Kita tidak tahu apa yang sedang dialami oleh pasangan kita. Biasanya terlihat ketika kita sedang berargumen. Karena kita tidak tahu apa yang sedang terjadi, kita tetap mempertahankan apa yang kita yakini dan hal tersebut bisa membuat dia akhirnya marah-marah.
Setelah mengetahui beberapa faktor penyebab pasangan kamu suka marah-marah, kita juga perlu tahu apa saja cara yang bisa kita lakukan untuk meredam amarahnya.
Tidak memperkeruh suasana
Mencoba tenang dan tidak terbawa suasana bisa jadi cara penyelesaian tercepat yang bisa kita lakukan. Ketika pasangan kita marah, kita tidak perlu membalasnya. Justru kita harus bisa menahan diri agar suasana tidak semakin panas.
Kita bisa menenangkannya dengan tidak mengancamnya. Biasanya ketika pasangan kita sedang marah, kita malah mengancamnya dengan kata-kata “awas saja kalau kamu seperti itu lagi, aku nggak segan-segan tinggalin kamu dan semuanya, aku benci kamu, kamu tidak pernah berubah, dan lain-lain.” Kalau sampai kita melakukan hal ini, yang ada dia akan semakin marah bahkan sampai mengamuk. Kamu bisa pilih kata-kata yang bisa buat dia tenang.
Tidak hanya itu, jangan sampai karena dia marah dengan melempar barang-barang yang ada di dekatnya, kita membalasnya dengan melakukan hal yang sama. Justru kita harus memberinya rangkulan, karena dengan rangkulan itu pasangan kita akan merasa kita bukan menjauhi dia tapi mendekatinya. Dengan kita mendekat, dia akan merasa tenang dan bahagia apalagi ketika rangkulan itu tulus.
Mendukung pasangan
Tidak mengungkit permasalahan ketika amarahnya sudah reda atau mempertegas amarahnya bisa mengurangi amarah dia sekaligus menunjukkan dukungan kita pada dia.
Kalau memang dia sudah mengeluarkan semua uneg-unegnya, alangkah lebih baik kamu membahasnya lain waktu kalau memang kamu perlu membahasnya. Tapi kalau memang itu hanya ucapan emosi sesaat, lebih baik tidak usah mengungkitnya.
Tidak hanya itu, tunjukkan kalau memang amarah dia beralasan. Misalnya dia marah karena kamu mendapat pesan mesra di messanger atau hp kamu. Kamu tidak perlu membalasnya “Hanya karena itu saja kamu marah! Dengan intonasi marah” Sebaiknya kamu menjawab “Aku paham kamu marah karena pesan mesra yang kuterima. Maafin aku ya.” Bagi sebagian orang hal ini sulit untuk dilakukan karena orang tersebut merasa kenapa saya harus melakukannya padahal itu bukan salah saya. Tapi selama emosinya bisa meredam dengan antisipasi seperti itu kenapa tidak kamu coba. Yang terpenting, pasangan kamu tidak marah-marah kan?
Menjaga komunikasi
Komunikasi antar pasangan sangatlah penting karena bisa berdampak positif maupun negatif. Tapi lain halnya ketika pasangan tersebut menjaga komunikasi. Kita jadi tahu kenapa dia seperti itu dan tidak bertanya-tanya ada apa dengan dia ketika pasangan kita marah-marah. Kita tidak akan lagi mengancam dia karena tiba-tiba dia marah nggak jelas atau dia marah karena hal sepele. Selama kita menjaga komunikasi pasti semua masalah bisa diatasi.
Ketika masalah datang, kita memang tidak hanya mencari akar masalah tetapi juga solusinya. Setelah mengetahui kedua hal tersebut, selesaikan semuanya tanpa perlu menunda-nunda. Karena semakin kita menunda, masalah akan semakin menumpuk dan emosi akan semakin tidak terbendung.
(Lydia)





