Foto by chulomagazine.com
Gemintang.com – Berkenalan lalu berpacaran, sampai akhirnya mengikat janji untuk setia sehidup semati. Menjalani kehidupan bersama dan melewati hari-hari dengan bahagia. Namun, adakah suatu hubungan yang terjalin tanpa adanya konflik ? Tentu tidak, sekecil apapun itu, ketika menimbulkan perseteruan, dari situlah konflik bermula.
Manusiawi sebenarnya, karena setiap manusia tentu memiliki karakter dan pola pikir yang berbeda. Itulah kenapa, keberlangsungan suatu hubungan, tidak terlepas dari saling mengerti dan menghargai satu sama lain. Namun faktanya adalah, tidak mudah untuk bisa mengerti orang lain, karena kita yang ingin selalu dimengerti. Pada akhirnya anda pun dilema. Antara menyudahi, atau bertahan. Dan kalaupun anda memilih untuk tetap bertahan, harus sampai kapan ? begitukan ? Simak ulasan berikut, tanda bahwa suatu hubungan harus diakhiri.
Tak seperti dulu
Dia yang selalu lembut dan manis, mampu membuat anda tertawa dan memberikan kenyamanan yang tidak dapat anda rasakan selain darinya. Namun kini, hanya ada air mata dengan beribu kekesalan. Tidak ada lagi senyuman ramah, sapaan hangat, dan kenyamanan seperti dulu. Sejatinya, hubungan yang dirasa tepat, adalah hubungan yang bisa membuat anda bahagia, bukan sebaliknya.
Dari kesukaan menjadi kebencian
Dia menyenangkan, apa yang ada pada dirinya benar-benar menarik bagi anda. Sayangnya, itu dulu. Kini, dengan sikapnya yang kasar, egois, dan kerap kali berbohong, menjadi alasan bagi anda untuk bisa membencinya. Bahkan kini, tidak ada satu hal pun yang membuat anda suka padanya.
Berkurangnya komunikasi
Satu hal yang tidak kalah penting dalam suatu hubungan, adalah terjaganya komunikasi antara anda dan pasangan anda. Saling bertukar cerita ataupun hanya sekedar bertegur sapa, sepertinya bukan suatu hal yang sulit untuk dilakukan. Tapi tidak dengannya, dia sama sekali tidak melakukan hal itu kepada anda. Baik karena faktor kesibukan atau apapun itu, seharusnya hal ini tidaklah terjadi.
Berubahnya jati diri
Saat bersama dia, anda tidak merasa seperti diri anda sendiri. Sikap periang dan apa adanya anda, kini tidak lagi seperti dulu. Anda cenderung lebih pendiam dan tertutup.
Masih dengan hal yang sama
Pertengkaran pastilah ada, tapi kenapa setiap kali bertengkar, masalah yang dihadapi itu lagi itu lagi. Pertengkaran semacam ini, sejujurnya benar-benar membosankan. Anda harus terus mengulang apa yang ada di masa lalu, dengan pertanyaan yang sama, dan penjelasan yang sama pula pastinya.
Terlalu mudah marah
Marah tentu ada alasannya. Namun tidak ada hujan tidak ada angin, pasangan anda sering kali melontarkan kemarahannya pada anda. Mungkin dia kesal kepada orang lain, tapi bukan berarti anda bisa menjadi sasarannya. Atau jika memang anda yang bersalah, hal seperti ini seharusnya masih bisa dihindari.
Membanding-bandingkan
Ketika dirinya bercerita tentang seseorang, kok sepertinya seakan-akan dia membandingkan anda dengan seseorang itu ya ? Terlebih penilaian yang dia berikan, justru terlihat merendahkan anda. Dalam hal ini, baginya orang itu lah yang lebih baik dari anda. Dan ini terjadi berkali-kali baik disadari maupun tidak.
Dari ketujuh tanda tersebut, mungkin memang benar adanya, jika anda lebih baik mengakhiri hubungan anda dengan pasangan anda. Tapi, akan lebih baik lagi, jika anda bisa berbicara dari hati ke hati sebelum memutuskan hal tersebut secara sepihak. Bagaimanapun, anda tidak mungkin meninggalkannya tanpa suatu kejelasan bukan?
(Mira)





