Haruskah Percaya Karma?

Gemintang.com – Orang berbuat baik tentu ada balasannya, begitupun sebaliknya. Tidak ada satu hal pun yang kita lakukan yang tidak ada timbal baliknya. Tindakan, perilaku, dan sikapmu di masa lalu adalah penentu nasibmu saat ini. Yang menyakiti pasti pernah disakiti, yang meninggalkan pasti pernah ditinggalkan. Orang-orang sering menyebut hal ini sebagai karma.

Terkait dengan perilaku seseorang di masa lalu, karma seringkali dikaitkan dengan perbuatan seperti amarah, kesedihan, juga kekecewaan. Misalnya, kamu putus cinta karena pasanganmu ternyata berselingkuh di belakangmu. Perasaan sedih, marah dan kecewa tentu saja bercampur menjadi satu.

Dan pada akhirnya, rasa ingin membalas pun muncul dalam dirimu. Terlebih ketika kamu mengetahui bahwa pendampingnya saat ini lebih baik dari kamu. Luapan emosi semakin menjadi-jadi dan yang lebih berbahaya adalah ketika seseorang menyakitimu, kamu justru membalasnya kepada orang lain yang jelas-jelas tidak pernah menyakitimu.

Satu hal yang dirasa aneh ketika kamu tahu bahwa dia putus cinta karena diduakan, kamu berkata bahwa itu adalah karmanya. Itu adalah balasan dari apa yang telah ia lakukan kepadamu sebelumnya. Dan itulah yang akhirnya menjadikan karma sebagai salah satu hal yang terdengar sangat buruk. Padahal, karma tidaklah seburuk itu. Pandangan negatiflah yang membuat spekulasi bahwa karma itu buruk.

Jika kamu dapat berpikir positif, karma bukanlah suatu hal yang buruk. Karma hanya ingin membuatmu tahu bagaimana rasanya sakit, terjatuh, ditinggalkan, dan bagaimana rasanya dikecewakan. Setelah kamu tahu, tentunya dirimu berharap agar kamu tidak lagi menyakiti orang lain.

Karma bisa menghampiri kamu di mana pun dan kapan pun. Karma bukanlah sebuah keyakinan, melainkan suatu hal yang selalu berkaitan dengan hidup manusia. Karma adalah sesuatu yang tidak terlihat, namun terasa dan merupakan hukum yang berdasar kepada sebab dan akibat. Apa yang kamu tanam, itulah yang kamu tuai.

Jika kamu menanam kebaikan, maka kebaikanlah yang akan kamu dapatkan. Begitupun sebaliknya, jika kamu menanan keburukan, maka keburukanlah yang akan kamu dapatkan.

Jadi, haruskah percaya kepada karma?

foto: healthination.com

(mir/sil)


Comments

9 responses to “Haruskah Percaya Karma?”

  1. apa yg kt tanam di waktu sekarang tumbuh dan berbuah di waktu yg akan datang sedangkan hukum alam menetapkan kt bergerak menuju waktu yg akan datang oleh sebab itu kita akan bertemu atau mendapatkan buah yg kita tanam di masa lalu..

  2. Luaar Biasa percaya adanya Takdir Allah…………….

  3. Lezty Zweet Avatar
    Lezty Zweet

    Percaya ƞdª prcaya ݪªª harus percaya,, karena Aku pernah merasakanya..makanya forr All hati-hatilah dlm menjali hidup dan melangkah..trus jangan pernah α∂ª Ƴªηǵ namanya saling membalas..karena memang karma itu Α∂ª.yakinlah..

  4. Lezty Zweet Avatar
    Lezty Zweet

    Percaya tidak percaya..karma itu memang ada karena aku pernah merasakan itu..

    1. Ian Haryanto Avatar
      Ian Haryanto

      Aku juga percaya.
      Semua perbuatan pasti ada balasannya dan tidak ada akibat tanpa sebab permulaan.
      Hehehehe

  5. Damaged Children Avatar
    Damaged Children

    Antara yakin dan tidak yakin

  6. Karma itu adalah perbuatan… Dan perbuatan itu ada perbuatan baik dan perbuatan buruk.. Dan hasil dari perbuatan itu adalah buah karma. Banyak orang yang mengartikan bahwa karma itu selalu buruk…. Kalau memang gak tahu jangan sok tahu.. :p

Leave a Reply