Makna Kehidupan

Gemintang.com – Apa yang kamu dapatkan saat ini mungkin merupakan hal yang pernah kamu impikan di masa lalu. Seseorang yang memiliki ambisi dalam hidupnya lebih baik daripada tidak sama sekali. Roda berputar memang benar, kadang seseorang berada di puncak kejayaannya, mungkin juga suatu saat ia akan jatuh.

Tetapi hidup tidak semudah setelah kamu terjatuh lalu bangkit dengan sendirinya. Bayi lahir pun harus merangkak dahulu sebelum ia bisa berlari. Apa yang kita tanam saat ini, itulah yang akan kita tuai nantinya.

Kisah ini berawal dari seorang ibu yang menahan sakitnya demi anak yang ia cintai. Anaknya berumur 16 Tahun dan masih harus melanjutkan sekolahnya. Sang anak berjanji, kelak setelah ia lulus dari sekolah, ia akan mendapatkan pekerjaan yang layak untuk menggantikan sang ibu mencari nafkah.

Ibunya yang hanya seorang buruh pabrik merasa bahagia mendengar ucapan sang anak dan mengamininya. Sang ibu merupakan orangtua tunggal yang telah berpisah dengan suaminya sejak sang anak berumur empat tahun. Ketika anak-anak yang lain memanggil-manggil ayahnya dan mengajak sang ayah bermain, malangnya anak ini hanya menunggu sang ibu pulang bekerja setiap harinya.

Sejak berumur 4 tahun, sang anak hanya dirawat oleh sang nenek yang sudah tua renta sampai ia berumur 10 tahun dan mulai terbiasa melakukan semua hal sendiri. Tiba suatu saat penyakit sang ibu tak dapat lagi ditutupi dikarenakan pembengkakan pada payudaranya semakin membesar. Tapi masih dengan kasih sayang sang ibu, dia mengatakan: Tidak apa-apa, ini akan baik-baik saja, kau pergilah ke sekolahmu.

Namun, semakin lama penyakit itu justru membuatnya kesakitan hingga akhirnya sang ibu pun memberanikan diri untuk memeriksakan diri ke rumah sakit terdekat. Tak lama vonis dokter menyatakan bahwa ini adalah tumor payudara dan harus segera di operasi.

Uang darimana? Anak saya masih harus sekolah, biaya operasi begitu besar. Dan rumah yang saya sewa ini pun harus segera diperpanjang masa kontraknya, gumam sang ibu dalam hati. Namun Tuhan tidak diam. Dia Maha Tahu. Apa yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin.

Sang ibu pun akhirnya mendapatkan biaya operasi gratis dengan bantuan dari pemerintah setempat. Sang anak yang semula akan memutuskan sekolahnya, mendapat keringanan biaya sekolah karena prestasinya. Dan rumah yang harus ia perpanjang kontraknya, lambat laun terlunasi dengan baik.

“Asalkan penyakitku ini bisa sembuh, aku masih bisa melihat putriku tumbuh menjadi orang yang sukses!”

Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan kita alami di masa mendatang dan apa yang akan Tuhan berikan kepada kita sebagai pertolongan kepada umat-Nya. Jadi, apapun yang kita lakukan, selama itu adalah hal baik maka akan berbuah kebaikan pula nantinya.

foto: ultracare-dialysis.com

(mir/sil)


Comments

8 responses to “Makna Kehidupan”

  1. yupzzzz,,,, kisah yg sangt mngharukan, kta tdk tahu apa yg akn trjadi dlm khidupan nnti, nmun yg pst sllu brbuat baik lh pd ssma mnsia & sllu brsyukur.

    1. Ya. .ya. .ya. . .
      BLeh jg tuh inspiransi'a. . .

  2. ya mank betul roda slalu berputar.
    gk slama nya kecil slalu d'bawah.
    pi disamping tu kita hrus mrubah dri kecil tu mnjadi besar.
    dlam ibarat kata mngrap turun hujan dari langit,…
    pi lw Q liat dari kisah diatas sang ibu saat tu sedang mndapat sdikit mukzizat dari tuhan.
    pi sampai kpan mukzizat tu brsama nya lw sang ibu tidak melaksanakan pa yg telah d'printahkan tuhan nya kpada dia.
    bukan berarti kita baek N kita brsyukur lw kita melakukan amal yg shaleh.

    tantangan bgi yg baca.
    lw the kata" Q yg slah tlg d'komen pa kesalahan nya.

  3. inilah yang namanya hidup, perjalanan hidup pun mengikuti arus putaran bumi maka ad saatnya kita diatas dan ada saatnya pula kita dibawah maka berbuatlah baik terhadap sesama dan bersyukurlah dengan apa yang telah kita dapati.

  4. betul skale hidup bagai kan roda yg berputar di mana saat roda di atas and di mana posisi roda di bawah..itu lah roda kehidupan..

  5. ya smuanya tu tergantung kta yg menjalaninya ja… dan bgaimana cara kta menyelesaikanya… slagi kta yakin akan kmampuan kta knapa harus mengeluh…hmm.

Leave a Reply