Menjadi Ibu yang Baik Bagi Anak

Photo by parentsociety.com

Gemintang.com – Menjadi seorang ibu adalah dambaan bagi setiap wanita dan aktivitas mengurus anak merupakan sebuah pengalaman yang luar biasa. Karakter dan sifat anak muncul karena di pengaruhi faktor lingkungan dan orang-orang disekitarnya, untuk itulah kita sebagai ibu harus menjadi contoh yang baik bagi si buah hati. Berbagai macam cara parenting banyak kita temui di berbagai media atau sanak saudara, namun pada akhirnya cinta kepada si buah hatilah kunci utamanya. Ibu yang baik adalah contoh yang baik bagi anak-anaknya. Lalu bagaimana menjadi ibu yang baik bagi anak?

  • Memahami minat, dan keinginan anak

Sering kita temui bahwa keinginan orangtua dengan anaknya berbeda sehingga tak jarang memunculkan pertengkaran. Si ibu menginginkan anaknya menjadi seorang dokter namun jiwa si anak lebih condong ke bidang seni, sehingga ia lebih memilih menjadi seniman ketimbang dokter. Perbedaan seperti ini seharusnya bisa Anda atasi. Bicarakan dengan si anak dengan serius tapi santai atas pilihannya. Arahkan dengan benar dan dukung pilihannya jika itu memang baik untuk diri dan masa depannya. Ibu manapun pasti ingin anaknya mendapatkan yang terbaik. Jangan dulu marah jika Anda merasa si anak sangat berbeda dengan Anda yang melahirkannya. Pada dasarnya perbedaan itu indah, perbedaan yang disikapi dengan pengertian akan mengahasilkan harmonisasi kehidupan yang indah. Mungkin ketika masa remaja dulu, Anda lebih condong berdandan ala feminim, tidak seperti anak Anda yang gaya dandanannya lebih kearah tomboy. Jangan jadikan hal itu sebagai suatu masalah. Si anak akan merasa nyaman jika Anda mengerti dan memahami keinginannya. Pelan tapi pasti bimbing terus apa pilihannya.

  • Dukung cita-citanya

Jika anak Anda tertarik dalam bidang musik, berikan dia alat musik yang ia minati. Lihat ia memainkan alat musik tersebut. Jika anak Anda ingin menjadi seorang ilmuwan dan nilai-nilai rapornya selalu bagus, puji dia atau bisa juga beri si anak reward sebagai hasil pencapaiannya yang baik. Hal-hal tersebut memang sepele, tapi bagi si anak hal tersebut sangat berarti. Dukung cita-citanya, jika anak bercita-cita menjadi seorang pemusik dan sudah membuktikan kepada Anda bahwa ia cinta dengan hal itu, tak ada salahnya Anda memasukkannya ke dalam les musik. Tapi ingat, jangan pernah memaksanya.

  • Sabar

Menjadi ibu terkadang merupakan sebuah tantangan. Tantangan dimana si buah hati terkadang sulit di atur atau bandel. Jika si anak seperti itu, tetaplah sabar dan perpanjang lagi kesabaran Anda. Jika anak Anda salah, beritahu apa kesalahannya dan cara memperbaikinya. Beritahu dengan sabar dan pelan-pelan dan bukan dengan pelajaran fisik.

  • Tidak pelit tapi bukan boros

Tidak ada salahnya sekali-kali memanjakan anak. Uang belanja Anda tidak akan terkuras hanya karena membelikan putera Anda sebuah robot-robotan, bukan? Jangan pelit. Materi memang bukan faktor utama dalam memanjakan anak. Opsi lain, Anda bisa memberikannya pilihan untuk bebas main video game, menonton tv atau bermain bersama anak-anak lain, atau Anda bisa juga membelikan boneka kesayangannya dalam rangka ulangtahunnya.

  • Menjadi pembicara dan pendengar yang baik

Menjadi seorang ibu memang tidak mudah, maka teruslah berlatih menjadi pembicara yang baik bagi anak. Pembicara yang baik dalam memberikan nasihat kepadanya, memberikan pendapat atau opini kepadanya dan bahkan informasi-informasi penting seperti masalah pubertas kepada anak reamja Anda. Jangan sekali-kali mengeluarkan kata-kata yang kurang baik untuk di dengar. Ingat, anak adalah peniru ulung orangtuanya. Dan jadilah pendengar yang baik. Tak jarang orang tua menjadi tempat pelarian sang anak ketika ia merasa down. Jadilah shoulder to cry on bagi putera dan puteri Anda.

  • Jangan ragu mengatakan hal yang sebenarnya

Jika Anda telah melakukan hal yang salah kepadanya, jangan ragu untuk meminta maaf. Terkadang banyak orang tua yang sungkan melakukan tindakan ini, karena bagi mereka dirinya selalu benar dan tak pernah salah, padahal ini jelas salah besar. Ingat, Anda adalah panutan anak. Jika salah maka minta maaflah, akui bahwa Anda salah dan katakan bahwa Anda menyesal telah melakukan hal itu kepadanya.

  • Cintai dia sepenuh hati Anda

Apapun yang terjadi padanya, bagaimanapun keadaannya, teruslah tunjukkan bahwa Anda mencintainya. Dalam hati anak, ketika Anda mencintainya dengan tulus, ia merasa bahwa Anda akan terus mencintainya sampai selama-lamanya.

(mir/rut)

Related Posts