Category: Inspirasi

  • Bukan Melihat Sampulnya

    Bukan Melihat Sampulnya

    Gemintang.com – Dikisahkan seorang pemuda berumur 27 tahun yang bekerja di sebuah perusahaan properti, berangkat kerja di pagi hari dengan menggunakan sepeda motornya. Setiap hari Senin hingga Jum’at, pemuda tersebut selalu berangkat kerja melewati perempatan lampu merah yang sering dilanda macet itu. Di ujung perempatan tersebut, ia sering menghentikan motornya dan mampir ke sebuah lapak…

  • Direktur dan Seorang Pemuda

    Direktur dan Seorang Pemuda

    Gemintang.com – Seorang pemuda berpakaian rapi dengan map cokelat ditangannya memandang cermin dan menyisir rambutnya lebih rapi lagi. Hari ini ia hendak melamar pekerjaan di sebuah perusahaan multinasional terkenal di kotanya. Setelah selesai bersiap-siap, ia pun pergi ke tempat tujuannya dan melakukan wawancara kerja. Yang mewawancarai pemuda ini adalah direktur perusahaan multinasional tersebut secara langsung.…

  • Kisah Tanah Liat dan Periuk

    Kisah Tanah Liat dan Periuk

    Gemintang.com – Dikisahkan seorang perajin periuk lokal akhirnya memiliki kesempatan untuk tampil di sebuah pameran internasional di kota tempat tinggalnya. Mendapat berita tersebut, sang perajin pun tidak membuang kesempatan untuk bisa memajang hasil karyanya di depan orang banyak. Hingga pada akhirnya dia memilih beberapa karya terbaiknya dengan hati-hati.

  • Belajar untuk Tidak Menggunakan Uang

    Belajar untuk Tidak Menggunakan Uang

    Gemintang.com – Ada seorang teman bercerita, “Anak saya sudah lulus wisuda, sebenarnya tidak juga dengan nilai yang bagus, tetapi saya bangga, karena akhirnya dia lulus juga.” Kemudian dia melanjutkan, “Tapi, beberapa waktu lalu dia meminta ijin saya untuk kembali menyekolahkannya di Eropa. Menurut kamu bagaimana?” Yang saya ketahui adalah keluarganya memang sangat berkecukupan. Bukan masalah…

  • Seberapa Besar Kamu Menghargai Hidup Ini?

    Seberapa Besar Kamu Menghargai Hidup Ini?

    Gemintang.com – Dikisahkan seorang perempuan berusia 17 tahun yang hidup sebatang kara bernama Bunga dengan latar pendidikan hanya sampai kelas 4 SD merasa bahwa hidupnya sudah tidak memiliki masa depan yang cerah. Bunga berpikir siapa orang yang mau dengan senang hati menerima dia bekerja setidaknya sebagai buruh kasar dengan keadaannya yang seperti ini.