Tahun Kambing Kayu Adalah Momok Bagi Warga Tionghoa, Benarkah?

Year-of-the-Ox-1

Gemintang.com – Hal-hal baru memang selayaknya disambut dengan sukacita dan harapan, namun sebagian orang punya pandangan berbeda tentang hal tersebut, khususnya di tahun Kambing Kayu ini. Tak sedikit dari warga Tionghoa yang menganggap bahwa tahun Kambing Kayu sebagai momok yang mencemaskan.

Yup, banyak ramalan dan prediksi yang mengatakan bahwa tahun Kambing Kayu memang akan dipenuhi berbagai bencana dan kecelakaan. Soal peruntungan di dunia bisnis dan usaha pun dikabarkan akan menurun hingga tak sedikit pengusaha yang gulung tikar. Benarkah demikian?

Keyakinan warga Tionghoa akan sifat-sifat bawaan yang kurang baik dari Kambing Kayu ini membuat mereka memilih untuk tidak macam-macam dalam mengambil keputusan di dunia usaha maupun bisnis. Selain itu, banyak juga yang menunda memiliki keturunan di tahun 2015, bahkan tidak sedikit yang terang-terangan menolak jika anaknya lahir dengan shio Kambing Kayu.

Memang, bagi shio Ayam, Kelinci, dan Kambing, tahun ini adalah tahun keberuntungan bagi mereka dalam dunia usaha. Namun bagi shio Kerbau, Naga, dan Anjing, harus serba berhati-hati terutama pada hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan bisnis dan usaha. Ketiga shio ini akan mengalamui masa-masa sulit di tahun Kambing Kayu sehingga harus penuh perhitungan ketika akan melangkah.

Di tahun ini, setidaknya akan terjadi bencana kapal tenggelam dan kecelakaan transportasi darat. Sepanjang 2015, bencana banjir pun akan terjadi dimana-mana lantaran musim hujan yang lebih panjang dari sebelumnya. Sifat kayu pada tahun ini juga menandakan akan terjadinya bencana kebakaran di beberapa tempat. Selain itu, beberapa wabah penyakit pun kabarnya akan muncul di pertengahan tahun.

Meskipun begitu, hal-hal tersebut bisa cegah jika kita mau mengambil langkah antisipasi. Pada dasarnya, manusia tetaplah harus mengandalkan Tuhan sebagai satu-satunya yang Maha Berkehendak. Meski tahun ini diprediksi akan banyak bencana dan kecelakaan, bisa saja yang terjadi justru sebaliknya. Yang pasti, banyak-banyaklah berdoa dan memohon pada kemurahan Tuhan.

foto: Thinkstock

(nab/rut)

Related Posts