Anak-Anak Kebanggaan

Photo by nyu.edu

Gemintang.com – Hari ini Pak Broto dan ketiga rekan kerjanya, Pak Dimas, Pak Usman dan Pak Jony serta masing-masing keluarga mereka, datang ke sebuah restauran ternama untuk makan malam dalam rangka merayakan keberhasilan project terbaru di perusahaan Pak Broto. Namun sebelum acara makan malam dimulai, mereka sengaja berbincang-bincang dan mengambil waktu santai sejenak. Mereka pun membicarakan banyak hal mulai dari dunia bisnis hingga kehidupan anak-anak mereka. Dan begitu obrolah berpindah membicarakan anak mereka masing-masing, suasana menjadi cukup serius. 

“Anak saya, Ken, dulu ia hanyalah seorang asisten dosen yang cenderung kuper dan tidak terkenal di kampus. Namun sekarang saya bangga karena kini ia dapat membangun sebuah universitas bertaraf Internasional.” Ucap pak Broto.

Pak Dimas tidak mau kalah, ia juga ikut menceritakan kesuksesan yang diraih anaknya baru-baru ini. “Bapak-bapak sekalian tahu? Anak saya yang bernama Dani itu dulunya seorang sales mobil. Tapi sekarang ia sudah berhasil mempunyai lebih dari 10 showroom mobil di Jakarta. Dan semua itu belum terhitung dari cabang-cabang yang ada di daerah lain. Bahkan ia memberikan tiga buah mobil kepada teman dekatnya.”

Mendengar perbincangan tersebut, Pak Usman terpancing untuk bergabung ke dalam pembicaraan kedua rekan kerjanya itu. “Saya bangga mempunyai anak seperti Edi. Perjuangannya meniti karier benar-benar patut dicontoh untuk siapapun! Tujuh tahun yang lalu Edi bekerja sebagai makelar rumah, tapi sekarang ia sudah mempunyai tiga buah rumah besar di bilangan Pondok Indah dan memberikan satu rumah besar untuk teman dekatnya.”

Tak lama setelah Pak Usman selesai bercerita, suasana menjadi sepi. Pak Broto dan yang lainnya pun memanggil Pak Jony karena sedari tadi ia hanya diam.

“Kenapa Anda tidak ceritakan kesuksesan anak Anda?” Tanya Pak Broto.

“Saya sebenarnya malu menceritakan tentang anak lelaki saya satu-satunya itu. Ya, bapak-bapak semua tahu bahwa pekerjaan anak saya hanyalah seorang pegawai salon yang terlihat cenderung feminin. Saya juga tidak bangga untuk menceritakan kepada bapak-bapak sekalian bahwa ternyata anak saya penyuka sesama jenis. Tapi biarpun begitu, saya bangga karena ketiga pacarnya telah memberikan dia satu buah mobil, satu buah rumah sekaligus membiayainya kembali menimba ilmu disebuah universitas bertaraf internasional.”

Kemudian Pak Broto, Pak Dimas dan Pak Usman saling diam bertatap-tatapan.

(asa/rut)

Related Posts