Asal Muasal Manusia

Photo by huffingtonpost.com

Photo by huffingtonpost.com

Gemintang.com – Roni, seorang bocah 5 tahun yang masih duduk di bangku TK memiliki rasa penasaran yang sangat tinggi. Di sekolah ia dikenal sering mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang seringkali sulit dijawab seperti ‘kenapa angka harus dimulai dari satu?’ atau ‘kenapa ibu guru duduk di depan sendiri sedangkan ia dan teman-temannya harus duduk dalam barisan rapi di kelas?’ Sang ibu guru cukup pandai dalam memberikan jawaban, walau terkadang menurut Roni kurang memuaskan.

Suatu hari, seorang teman Roni menghampiri Roni dengan muka sumringah. “Ron, aku akan punya adik bayi loh. Kata mamah adik bayinya akan lahir 8 bulan lagi,” ucap Andre semangat.

“Kok bisa kamu dapat adik bayi? Kamu dapat darimana?” tanya Roni penasaran.

“Dari papa dan mama. Kata mama nanti adik bayinya lahir,”  jawab Andre singkat.

Sore harinya, Roni segera menghampiri sang ayah untuk bertanya. “Pah, bagaimana bayi bisa lahir? Asalnya darimana?”

Sambil tersenyum sang ayah menjawab, “Adam dan Hawa melahirkan bayi, terus bayinya bertumbuh besar dan melahirkan bayi lagi. Hal ini berlangsung terus menerus sampai papa punya kamu.”

Merasa masih kurang puas dengan jawaban sang ayah, Roni pun segera menemui ibunya yang sedang asyik menonton TV untuk menanyakan hal yang sama.

Ibunya menjawab, “Dulunya kita itu monyet. Namun dalam jangka waktu yang lama kita berevolusi menjadi manusia. Jadilah kita seperti sekarang.”

Makin bingung, Roni berlari kembali mencari ayahnya dan berteriak, “Papa bohong! Kata mama dulunya kita itu monyet!”

Dengan santai sang ayah menjawab, “Papa nggak bohong, Roni. Mama kamu menceritakan asal muasal manusia dari pihak keluarganya. Dari keluarga papa nggak begitu kok.”

 

BACA JUGA:

Ditinggal Suami

Mendadak Baik

Katanya Orangtua Lebih Cerdas dari Anak

Ulangan yang Berakibat Konflik

Keduluan Ayah

(ldy/rut)

Related Posts