Keluarga Yang Tidak Pandai Melawak

Photo by southwarkmediation.co.uk

Gemintang.com – Mau tahu keluarga yang paling tidak asyik dan tidak lucu sejagat raya? Temuilah keluarga Kinkus. Keluarga yang terdiri dari ibu, ayah, seorang putera dan seorang puteri ini sudah tersohor karena ketidaklucuannya. Bahkan, sanak-saudara mereka pun ternyata mewarisi gen yang sama, yaitu gen ‘tidak lucu’.

Hal ini terbukti ketika mereka mencoba menyampaikan lelucon klasik ‘sang perawat dan sang dokter’. Sebenarnya leluconnya sederhana, namun keluarga Kinkus tidak pernah berhasil menyelesaikan lelucon ini. Singkatnya, kisah ‘sang perawat dan sang dokter’ seperti ini: suatu hari seorang perawat menghampiri ruang kerja dokter dan berkata, “Dok, Dok, ada ‘invisible man’ di ruang tunggu!” dan sang dokter membalas, “Katakan pada orang itu, saya tidak dapat melihatnya.”

Inilah yang terjadi ketika sang putera mencoba menceritakan lelucon yang sama. “Di suatu ruang tunggu, seorang perawat, bernama Joy merasakan kehadiran orang lain di ruangan itu. Padahal ketika ia melihat ke sekeliling ruangan ia tidak menemukan seorang pun di sana. Ia berdiri dari kursinya dan berlari melewati koridor bercat ungu yang dihiasi berbagai lukisan antik yang mengarah ke ruang dokter. Ketika berlari, ia melihat salah satu lukisan luar biasa di dinding koridor. Lukisan itu merupakan lukisan antik peninggalan abad ke-18 yang diam-diam memang Joy kagumi.

Akhirnya, sampailah ia di ruang dokter. Joy pun berseru, ‘Dok, Dok!’ sang dokter merupakan siswa lulusan terbaik dari universitas kedoteran ternama di Amerika… ” begitulah, sang putera tidak bisa menceritakan sesuatu dengan sederhana. Ia terlalu senang memoles cerita sehingga cerita menjadi terlalu panjang. Ketika ia selesai bercerita, para pendengar pun sudah pergi entah kemana.

Lain halnya dengan sang puteri. Salah satu kelemahan terbesarnya terletak di ingatannya yang cukup minim. Inilah yang terjadi ketika ia mencoba menceritakan lelucon yang sama, “Seorang perawat berlari menuju ruang tunggu… tunggu.. seorang perawat berada di ruang tunggu dan berlari ke… sebentar maksudku, seorang perawat ada di ruang tunggu.. hmm bukan ruang tunggu.. tapi.. tunggu sebentar biar ku ulangi… jadi..” Begitulah akhirnya leluconnya tidak pernah selesai karena dimulai pun tidak.

Berbeda juga dengan sang ayah, yang merupakan ahli keuangan. Ia selalu berkata bahwa ia sudah tahu lelucon yang sedang dibicarakan dan akhirnya ia akan membelokkan pembicaraan ke masalah keuangan. “Ayah sudah pernah mendengar lelucon seperti ini. Waktu itu Steven membicarakannya. Kamu tahu Steven kan? Itu loh anak pengusaha terkenal yang menjadi pemilik bank X. Padahal, bank itu sudah hampir dilikuidasi.. hey, kamu mau kemana? Ayah belum selesai bicara!”

Yang paling parah adalah ketika leluconnya tidak didengarkan sama sekali. Misalnya ketika seorang keponakannya yang bernama Mark berkunjung. Mark langsung memotong cerita, “Kok susternya bisa tahu ada ‘invisible man’ di ruang tunggu?” “Kan, harusnya dia nggak kelihatan?” “Atau mungkin karena orangnya tidak kelihatan tapi bajunya tetap terlihat?” “Apa ‘invisible man’-nya nggak pakai baju?” “Kenapa dia ke dokter tapi nggak pakai baju?”

Yah, lebih baik jangan bertemu dengan keluarga Kinkus. Itu merupakan solusi terbaik.

(lyd/rut)

Related Posts