Merasa Belum Dipanggil

Photo by edorusyanto.wordpress.com

Gemintang.com – Mark Zain adalah seorang bule asal Inggris yang sudah enam bulan tinggal di Jakarta. Setelah seminggu yang lalu ia balik ke kampung halamannya, kini ia kembali ke Jakarta untuk bertemu dengan pamannya yang asli orang Indonesia serta melepas rindu dengan teman-temannya di negara ini.

Mark datang sendiri tanpa didampingi oleh siapapun. Ia merasa bahwa ia telah mengenal jalanan Jakarta dan dapat berpergian seorang diri. Siang itu pun Mark menaiki sebuah bus yang melintasi jalan-jalan protokol. Ini pertama kalinya ia menaiki angkutan umum jenis bus di Jakarta.

“Thamrin, Thamrin, Thamrin…” teriak si kenek bus. Mark menengok ke luar jendela bus dan melihat ada orang yang turun.

“Sudirman, Sudirman… Yok yang Sudirman turun…” ucap si kenek. Mark kembali melihat ada beberapa orang yang turun dan ia mulai heran.

“Subroto, Subroto… Gatot Subroto siap-siap…” lagi-lagi Mark melihat ada saja orang yang turun ketika si kenek mengucapkan nama itu.

Dan ketika sampai di pemberhentian terakhir, tersisa hanya Mark dan seorang kenek serta supir di dalam bus. Sang kenek pun jadi heran kenapa penumpang yang satu ini tidak turun-turun juga dari busnya.

“Mas gak turun?”

“Turun?” Ucapnya dengan logat bule yang kental.

“Iya, mas mau kemana? Ini sudah sampai ditujuan terakhir.”

“Tujuan terkahir? Oh I see, I see… Tapi nama saya dari tadi belum bapak sebut makanya saya enggak turun. Karena saya dengar setiap bapak bilang Thamrin Thamrin, Sudirman atau Gatot Subroto selalu ada yang turun.” Ucap Mark polos.

“Alamaaaakkkk!” sang kenek pun menepuk jidatnya.

(ysf/rut)

Related Posts