Telepon 20 Menit

Photo by bhwallpapers.net

Gemintang.com – Buat anak remaja, terutama anak SMP berusia 14 tahunan, komunikasi lewat telepon itu is a must. Makanya, Raya, anak manis kelas IX di salah satu SMP negeri tidak terkemuka ini, tidak segan-segan mencurahkan segenap waktunya untuk ‘berkomunikasi’ dengan teman-teman se-gengnya. Ia sering menghabiskan waktu berjam-jam tiap harinya untuk aktivitas ini. Padahal, perbincangan yang dilakukannya bukan perkara hidup dan mati, hanya gosip-gosip seputar idola dan kecengan saja.

Sayangnya, kebiasaan Raya ini tidak diridhoi oleh sang ayah. Bagaimana tidak, ketika sang ayah memeriksa tagihan telepon, mulutnya menganga, matanya melotot, sambil berulang kali menghitung ulang jumlah 0 di slip tagihan telepon. Kemudian dengan rasa tak percaya yang memuncak, ia pun berseru, “Rayaaaaaaa!!!”

Dengan senyum manis dan wajah seolah malaikat tak bercela, Raya menghampiri ayahnya dan menjawab, “Apa, Yah?”

“Mulai hari ini, kamu tidak boleh telpon lebih dari 20 menit sehari! Masa tagihan telepon sampai jutaan?” tukas sang ayah dengan muka merah padam menahan marah.

Sambil cemberut, Raya pun menyahut, “iya, deh.”

Keesokan harinya, ketika sang ayah sedang berleha-leha di depan tv, dering telepon pun bergema di seantero ruangan. Sebelum ia sempat berdiri, Raya sudah sampai di depan telepon dan mengangkat telepon. Dengan memicingkan mata, sang ayah memperhatikan Raya yang asyik menerima telepon sambil berkelai-kali mengecek jam dinding. Ternyata, tepat setelah 20 menit, Raya pun mengucap salam dan menutup telepon.

Dengan senyum lebar tersungging di wajah, ayah menghampiri Raya. “Wah, hebat anak ayah, bisa telpon-telponan cuma 20 menit.”

“Iya donk, Yah. Kan kata ayah nggak boleh lebih dari 20 menit.” Balas raya sewot.

“Ngomong-ngomong, kamu tadi ngobrol sama siapa? Kok tumben kamu bisa ngobrol sama temen cuma sebentar?” Ayah penasaran.

Sambil mengedikkan bahu, Raya menjawab, “Nggak tahu tuh, Yah. Tadi salah sambung kok.”

(lyd/rut)

Related Posts