Hati-Hati dengan Keinginanmu

Photo by acomsltd.co.uk

Gemintang.com – Malam itu, Lola hendak pulang setelah sehari penuh berkutat dengan berbagai tugas harian yang cukup membosankan dan itu-itu saja. Kadang ia berharap mengalami sedikit kejutan dan petualangan dalam hidupnya yang biasa-biasa saja. Sambil berjalan lunglai dengan tas tersampir di bahunya, Lola berjalan menuju lift kantornya. Tentu saja ini hal yang lumrah karena kantornya berada di lantai 16 di sebuah gedung perkantoran swasta.

Sayangnya, malam itu tidak banyak karyawan yang memiliki tanggungan pekerjaan sebanyak Lola, jadi hanya ada Lola dan seorang wanita dari bagian lain yang masih bekerja di lantai 16. Kedua wanita itu bertemu di pintu lift sambil saling memberikan senyum letih. Mereka sama-sama terlalu lelah untuk sekedar basa-basi. Untungnya, mereka tidak perlu menunggu terlalu lama karena pintu lift segera terbuka dan mereka pun masuk sambil menghela nafas lega. “Lantai 1?” tanya Lola pada wanita di sebelahnya, yang dibalas dengan anggukkan singkat.

Dengan segera lift yang mereka naiki pun turun, namun ketika sampai di lantai 5, lift itu tiba-tiba terhenti. Sedikit kaget dan bingung, kedua wanita itu saling berpandangan dengan penuh tanya. Lola pun segera memencet tanda emergency, namun tidak terjadi apa-apa.

Lalu sang wanita menunjuk nomor telepon emergency yang ada di bawah tombol-tombol di lift. “Coba kita hubungi nomor ini.” Lola pun mengangguk dan segera mengeluarkan ponselnya. Setelah deringan kedua, si penerima mengangkat teleponnya.

“Halo? Bisa tolong kami? Saya dan seorang karyawan wanita terjebak di dalam lift. Lift kami berhenti di lantai 5 dan tidak bergerak atau terbuka.” Jelas Lola cepat.

Setelah keheningan yang cukup lama, si penerima pun berkata, “Saya tidak tahu apa yang bisa saya lakukan untuk kalian. Saya hanya seorang psikolog yang tidak mengerti tentang lift.”

“Tapi nomor Anda tertera di nomor emergency. Masa tidak ada satu pun yang bisa Anda lakukan untuk membantu kami?!” balas Lola marah.

“Saya juga tidak tahu kenapa nomor saya bisa tertera di sana.,” balas si psikolog bingung.

“Saya tidak mau tahu, Anda harus melakukan sesuatu. Kami tidak tahu harus menghubungi siapa lagi!”

“Baiklah. Saya akan coba. Jadi, bagaimana perasaan Anda ketika terjebak dalam lift?”

 

BACA JUGA:

Perempuan Materalistis

Kena Deh!

Segala Sesuatu Ada Hikmahnya

Kemarahan Istri Karena Ulah Suami

Dimarahi Bos

(ldy/rut)

Related Posts