Lebih Sering Sakit

Photo by singleblackmale.org

Gemintang.com – Ciko, seorang pengacara muda yang baru berusia 28 tahun sedang berada di puncak karirnya. Seperti biasa, tiap akhir minggu ia selalu mengunjungi rumah orangtuanya untuk makan malam bersama. Hari itu ia tiba di rumah orangtuanya lebih awal dari biasa. Segera ia masuk dan menuju ke dapur, tempat sang ibu biasa menyiapkan hidangan makan malam.

 

“Sore, Ma,” ucap Ciko sambil merangkul sang ibu dari belakang, yang dibalas dengan tepukan lembut di kepala.

“Tumben, jam segini sudah sampai. Biasanya, kamu yang terakhir sampai,” tukas sang ibu sambil berbalik menghadap anak bungsunya.

“Hari ini aku ngga ke gym, Ma. Malas. Daripada bengong di rumah, lebih baik aku ke sini lebih cepat,” jawabnya santai sambil meraup segenggam kentang goreng buatan sang ibu.

Selama satu jam berikutnya, Ciko pun merongrong sang ibu di dapur dengan berbagai cerita-cerita ruang sidang yang selama satu minggu ini ia alami. Sang ibu memperhatikan dengan sesekali memberikan komentar-komentar miring, maklum ia tidak terlalu mengerti apa yang Ciko bicarakan.

Beberapa saat kemudian sang ibu baru menyadari bahwa Ciko yang biasanya merokok belum menghisap rokoknya satu kali pun sejak ia tiba. Penasaran, sang ibu pun bertanya, “Dari tadi kamu tidak merokok? Tumben? Kamu sudah berhenti merokok?”

“Ngga kok, Ma. Aku lagi ngga enak badan. Biasalah, tiap sakit aku malas merokok.”

Sambil menatap mata Ciko, sang ibu berkata, “Kamu tahu, menurut ibu kalau kamu lebih sering sakit, mungkin umur kamu akan lebih panjang.”

 

BACA JUGA:

Hari Ulang Tahun Ibu

Tiap Orang Punya Kenalannya Sendiri

Kejutan Berakhir Kepahitan

Ulah Teknologi yang Canggih

Salah Orang

(ldy/rut)

Related Posts