Menghadapi Teman Seperjalanan yang Menyebalkan

Photo by thesituationist.wordpress.com

Gemintang.com – Seorang artis baru sedang dalam perjalanan untuk show ke luar negeri. Dengan jadwal yang padat dan kurangnya waktu istirahat, ia sangat menantikan waktu perjalanan di pesawat yang cukup panjang untuk tidur senyenyak dan selama mungkin. Sayangnya, hari ini ia tidak beruntung. Seorang pengacara muda yang penuh semangat mendapat kehormatan untuk duduk tepat disampingnya.  Sejak si artis baru duduk, si pengacara sudah menunjukkan keramahan yang sangat tinggi. Ia mulai menanyakan berbagai hal tentang si artis muda.

Awalnya, untuk menjaga image, si artis menanggapi setiap pertanyaan yang diajukan si pengacara. Namun, lama-kelamaan, didukung dengan tubuh lelah dan mood yang buruk, si artis pun mulai merasa terganggu dengan tindak-tanduk sang pengacara. Secara baik-baik, ia meminta si pengacara untuk memberinya waktu untuk beristirahat (red. tidur).

Selama beberapa menit, si pengacara memberi kedamaian pada si artis dengan berhenti bertanya dan mengajak bicara. Namun, situasi ini tidak bertahan lama. Si pengacara kembali membombardir si artis dengan sejuta pertanyaan.

Sambil mengeluh sebal, si artis pun akhirnya mengajak si pengacara untuk bermain tebak-tebakkan. “Kalau Anda tidak bisa menjawab teka-teki yang saya ajukan, Anda harus membayar saya Rp.100.000. Tapi kalau saya yang tidak bisa menjawab teka-teki Anda, saya akan membayar Anda Rp.10.000. Kalau Anda tidak mau, ya sudah. Tapi Anda jangan berani-berani membangunkan saya!” Ungkap si artis kesal.

“Baik, tidak masalah. Tapi saya duluan yang memulai,” balas si pengacara penuh percaya diri.

“Silahkan.”

“Hm, berapa jarak antara bumi dan matahari?” tanya si pengacara sambil nyengir.

Tanpa ba-bi-bu, si artis langsung memberikan uang Rp. 10.000 pada si pengacara. Kemudian ia berkata, “Sekarang giliran saya. Apa yang mendaki gunung dengan 3 kaki tapi turun gunung dengan 4 kaki?”

Si pengacara mulai memutar otak. Ia mencoba mencari jawabannya di internet, di buku-buku yang dibawanya, dan bertanya pada beberapa penumpang lain, namun ia tetap tidak menemukan jawabannya.

Beberapa jam kemudian, si pengacara pun menyerah. Dengan lemas ia membangunkan si artis yang tertidur lelap. Ketika si artis terbangun, si pengacara menyerahkan uang Rp.100.000 lalu bertanya, “Apa jawabannya?”

Si artis pun memberi Rp. 10.000 pada si pengacara dan kembali tidur.

(lyd/rut)

Related Posts