Ups Salah…

Photo by dailyrecord.co.uk

Gemintang.com – Hari itu merupakan hari yang indah dan spesial bagi kedua mempelai. Ini adalah hari yang ditunggu-tunggu. Hari dimana dua orang diikat menjadi satu dalam lembaga yang sah dan diakui Tuhan dan hukum masyarakat. Inilah hari pernikahan antara Brian dan Amy. Seperti pasangan Amerika lainnya, mereka juga harus mengukuhkan janji setia mereka dimuka pengadilan selain dihadapan pendeta. Keluarga kedua mempelai pun sudah berkumpul di ruang pengadilan, yang sebelumnya sempat diberi hiasan sederhana.

Kedua mempelai sudah berdiri di hadapan hakim, lengkap dengan orang tua di sisi masing-masing mempelai. Setelah mengamati keadaan sekeliling ruang pengadilan, sang hakim merasa baik mempelai dan saksi sudah hadir semua. Berdeham sebentar, sang hakim pun bangkit berdiri dari kursinya.

“Baiklah, kedua mempelai dan saksi dari masing-masing pihak tampaknya sudah siap. Mari kita langsung ke pokok utama mengapa kita berkumpul di sini hari ini.” Tukas sang hakim sambil memberi senyum simpul. Pipi Amy langsung bersemu, sedangkan senyum jahil tersungging di wajah Brian. Teman-teman Brian tidak ragu melemparkan siulan-siulan godaan ke arah pasangan yang beracara. Orang tua mereka pun saling berpandangan sambil melemparkan senyum sama-sama tahu.

“Sebelum saya mengesahkan ikatan pernikahan antara Brian Mc’Onneal dan Amy Luther, apakah ada yang keberatan dengan pernikahan ini?” tanya sang hakim sambil memandang ke sekeliling ruangan. Semua hadirin tampak tenang-tenang saja.

“Baiklah kalau begitu, hari ini, saya sebagai hakim negara mensahkan pernikahan..”

“Tunggu! Saya keberatan!” Teriak seorang wanita yang masuk sambil mendobrak pintu ruang pengadilan.

Semua pun tersentak, terutama Amy dan Brian. Mereka langsung berpandangan menampakkan sorot cemas dan bingung. Gumaman bingung mulai memenuhi ruang pengadilan.

Sang hakim pun bertanya pada si wanita, “Apa alasan keberatan Anda?”

“Dia pacar saya! Kami belum putus!” teriak si wanita sambil menangis.

Brian langsung memandang si wanita dan berseru, “Tunggu, saya tidak merasa mengenal Anda sebelumnya, bagaimana mungkin?”

“Tapi…” si wanita pun terkejut memandang wajah Brian.

“Upss, saya salah masuk ruangan. Maaf” kata si wanita yang kemudian lari keluar ruangan. Suara tawa pun membahana di seluruh penjuru ruangan, termasuk sang hakim.

(lyd/rut)

Related Posts