Anto dan Hadi

Photo by thinkneuroscience.wordpress.com

Gemintang.com – Anto dan Hadi adalah saudara sepupu. Keduanya memiliki kesamaan dalam banyak hal. Umur, tempat bersekolah, games favorit, hingga warna kesukaan semuanya sama. Namun biarpun memiliku banyak kesamaan, ada satu hal yang sangat menonjol yang mampu membedakan keduanya, yaitu Anto dikenal sebagai anak yang pintar dan berprestasi disekolah, sedangkan Hadi justru sebaliknya. Hingga pada suatu hari, Anto dan Hadi bertemu disebuah acara keluarga besar mereka.

Anto      : “Di, udah ngerjain PR sekolah?”

Hadi       : “Ah kamu, To. Ini kan lagi acara keluarga, kenapa ngomongin masalah sekolah?”

Hadi menunjukkan wajah badmood-nya. Memang begitulah Hadi, jika ditanya soal sekolah atau pelajaran wajahnya langsung masam dan tak bersemangat.

Anto      : “Yah maaf deh. Abisnya aku seneng banget nih, ulangan matematika kemarin aku dapet nilai 100. Makanya Ibuku ngasih duit ini ke aku.”

Anto mengeluarkan duit pecahan 100 ribu rupiah sebanyak tiga lembar. Untuk ukuran anak kelas 6 SD uang dengan jumlah segitu bisa dibilang sangat banyak.

Hadi       : “Waaah… Banyak banget, To! Ibuku aja gak pernah ngasih uang sebanyak itu ke aku.”

Hadi terkesiap melihat uang yang dipegang Anto. Dan tiba-tiba muncullah sebuah ide di kepalanya.

Hadi       : “Anto, kita main tebak-tebakan, yuk! Tapi soal pejaran sekolah. Kalo kamu gak bisa jawab, sebagai hukumannya kamu kasih ke aku uang Rp. 300 ribu, tapi kalo aku yang gak bisa jawab, aku akan ngasih kamu uang Rp. 50 ribu. Gimana? Oke?”

Menanggapi penawaran dari sepupunya itu, Anto langsung mengiyakan dan terlihat begitu percaya diri.

Anto      : “Aku yang nanya pertama ya. Berapa jarak antara planet Mars ke planet Saturnus?”

Hadi tidak bisa menjawab, ia pun memberikan uang Rp. 50 ribu kepada Anto.

Hadi       : “Sekarang giliran aku, To. Burung apa yang bisa terbang hanya menggunakan satu sayap?”

Anto berfikir keras, ia mencoba mencari jawabannya di internet dan mengingat kembali seluruh pelajaran IPA yang pernah ia pelajari, namun ia tak juga menemukan jawabannya. Akhirnya Anto memberi uang Rp. 300 ribu kepada Hadi.

Masih merasa penasaran, Anto mengajukan pertanyaannya kembali pada Hadi.

Anto      : “Ngomong-ngomong, a x ( b + c ) = ( a x b ) + ( a x c ) merupakan sifat apa ya?”

Hadi tak bisa menjawab dan memberikan uang Rp. 50 ribunya kepada Anto.

Anto      : (???)

(mir/rut)

Related Posts