Janji Sebatas Janji

Photo by elharo.com

Photo by elharo.com

Gemintang.com – Suatu hari tiga ekor kura-kura berencana untuk pergi piknik. Mereka adalah Bono, Pacik, dan Kuto. Pacik mempersiapkan berbagai bekal untuk dinikmati ketika piknik nanti. Beberapa keranjang piknik pun penuh dengan makanan dan minuman nikmat yang siap untuk dilahap. Bono dan Kuto mempersiapkan bekal untuk diperjalanan karena perjalanan ke tempat piknik yang cukup jauh.

Setelah semua perbekalan siap, ketiga kura-kura petualang itu pun berangkat. Dengan penuh semangat dan harapan menikmati piknik yang nikmat di taman kota, perjalanan mereka selama 5 hari yang cukup berat dan melelahkan pun tidak terasa. Dengan sikap ceria mereka terus melaju tanpa henti.

Akhirnya sampailah mereka ke taman kota, yang pada waktu itu cukup lengang. Segera Bono, Pacik, dan Kuto menggelar tikar di bawah pohon dan mengeluarkan semua perbekalan piknik. Baru saja mereka hendak menikmati minuman, tiba-tiba Pacik berteriak, “YAH! Aku lupa membawa pembuka botol. Ayo salah satu diantara kalian, pulang dan ambilkan pembuka botol!”

“Hah? Tapi kan bisa habis 10 hari bolak-balik, Cik,” tukas Kuto.

“Makanya, ayo cepat pergi sekarang juga. Jadi tidak terlalu lama,” balas Pacik. Kuto melontarkan pandangan ke arah Bono, seakan mengatakan ‘cepat pergi sana!’

Tentu saja Bono tidak terima, “Aku tidak mau pergi ah, jangan-jangan semua makanan akan kalian habiskan sebelum aku kembali.”

“Tenang saja. Kami tidak akan makan apapun sebelum kamu kembali, Bon,” jawab Pacik.

“Iya, Bon. Kami janji tidak akan memakan makanan ini sebelum kamu kembali. Sudah, pergi sana!” tambah Kuto sambil mendorong Bono. Dengan lunglai Bono pun pergi.

Sepuluh hari berlalu namun Bono tidak jua kembali. Pacik dan Kuto sudah mulai merasa sangat kelaparan. Hari kesebelas, Kuto berkata, “Ayo kita makan saja. Bono mungkin tidak jadi kemari.”

“Tidak bisa, kita kan sudah janji, To,” balas Pacik keras kepala.

Hari kedua belas pun tiba, Bono masih belum tiba dan kedua kura-kura ini sudah sangat amat kelaparan. Setelah Kuto menyenggol lengan Pacik untuk kesekian kalinya sambil mengedikkan kepala ke arah makanan, Pacik pun menyerah dan menghembuskan nafas panjang.

Keduanya mulai membuka keranjang makanan dan bersiap untuk menyantap bekal piknik mereka ketika tiba-tiba muncullah Bono dari balik batu dan berkata, “Tuh kan…. Katanya kalian janji tidak akan makan  sebelum aku kembali. Tapi janji hanya sebatas janji.”

 

BACA JUGA:

Akibat Lama Tidak Berkencan

Hati-Hati dengan Pertanyaan Anda

Curahan Hati Sang Katak

Ada-ada Saja Udin Ini

Bingung Warna Dasarnya

(ldy/rut)

Related Posts