Akal Si Jago Tua

Photo by sheknows.com

Gemintang.com – Alkisah di sebuah peternakan di pinggir kota, hiduplah sebuah keluarga peternak yang menggantungkan nasib pada peternakan kecilnya. Sore itu, si peternak baru saja kembali dari kota dengan membawa seekor ayam jago muda hasil perburuannya sepanjang hari itu. Dengan sumringah, ia segera menuju kandang ayam miliknya yang saat ini dihuni oleh 20 ayam petelur betina dan 1 ayam jago tua.

Kedatangan si ayam jago muda disambut dengan pekik girang para ayam betina. Tanpa malu mereka saling berbisik memuji ketampanan dan keperkasaan si ayam jago muda, maklum mereka sudah terlalu lama melihat keberadaan si ayam jago tua yang merupakan satu-satunya pejantan di peternakan itu.

Namun, sambutan tadi beranding terbalik dengan respon si jago tua yang jelas-jelas merasa terganggu dengan kedatangan ‘rival’ barunya ini. Dengan kepongahan yang tersisa dari tubuh ringkihnya, si jago tua menghampiri si jago muda yang saat itu sedang dikerumuni para penggemar barunya dan berkata, “Kamu anak baru dari mana?”

“Oh, saya dari kota besar. Tadi si bos (peternak) membeli saya di kota setelah melihat performa saya yang menonjol diantara ayam-ayam lain,” jawabnya sombong yang diiringi desahan kagum para ayam betina.

Melihat ini si jago tua makin kebakaran jenggot, ia pun segera melancarkan aksinya. “Coba kita buktikan performamu yang katanya terbaik itu. Bagaimana bila kita bertanding lari jarak 100 meter? Finish-nya adalah pintu kandang ini,” tantang si jago tua.

Mendengar hal ini si jago muda hanya tersenyum meremehkan sedangkan raut para ayam betina mulai pias dan segera mengeleng-gelengkan kepala mereka. “Baiklah, Pak Tua,” balas si jago muda. Tak ayal, beberapa betina langsung pingsan seketika mendengarnya.

“Tapi karena aku sudah tua, setidaknya kamu memberikan saya jarak 20 meter dimuka, baru kamu mulai lari. Bagaimana?”

“Tidak masalah.”

Si ayam jago tua pun mulai berlari sekuat tenaga ke arah pintu kandang. Setelah dua puluh meter, si jago muda langsung melesat, mengejar si jago tua. Ketika si jago muda sudah hampir menyusul si jago tua, tiba-tiba terdengar suara tembakan “Dor!” dan tubuh si jago muda terpelanting ke tanah, menggelepar-gelepar sesaat dan kemudian wafat.

Kemudian terdengar teriakan si peternak, “Dasar sial! Ada apa dengan ayam-ayam jago muda belakangan ini? Bukannya mengejar ayam betina malah mengejar ayam jago tua yang bangkotan! Ini sudah ayam jago ke-12 dalam 2 tahun terakhir! Sial!!!

 

BACA JUGA:

Curahan Hati Sang Katak

Kebun Binatang

Juragan Kambing

Singa dan Domba di Restoran

Terlampau Cerdik

(ldy/rut)

Related Posts