Sepak Bola dalam Kabut

Photo by wallpaperskd.com

Gemintang.com – Alkisah, di daerah Rusia pada tahun 1942 terjadi pertandingan sepakbola yang berbeda dari yang biasa. Di sore yang cukup berkabut itu, diselenggarakan pertandingan sepakbola antara sebuah klub Inggris yang bertandang ke kandang sebuah klub Rusia. Namun apa yang terjadi di pertandingan tersebut menjadi momen yang tak terlupakan, bukan hanya bagi para pemain namun juga bagi sebagian ┬ápenonton.

Sore itu, stadium sepak bola sudah dipadati oleh para suporter dari kedua klub. Namun suasana tidak seriuh biasa karena adanya fenomena alam yang tak diduga. Sore itu, stadium tidak hanya dipadati penonton, namun juga oleh kabut yang sangat tebal. Saking tebalnya, para penonton cukup kesulitan melihat apa yang terjadi di lapangan. Para pemain dari kedua klub mulai melakukan pemanasan, walaupun mereka cukup sangsi apakah pertandingan akan benar-benar dilangsungkan atau tidak, mengingat kebalnya kabut. Setelah perundingan yang cukup alot, akhirnya wasit memutuskan untuk melanjutkan pertandingan.

Peluit dimulainya pertandingan pun berbunyi. Alur jalannya bola cukup lambat karena hambatan jarak pandang. Operan bola-bola panjang yang biasa terjadi di pertandingan sepak bola pun hampir tidak terlihat sore itu. Para penonton tidak banyak bersorak karena terlalu sibuk memicingkan mata untuk mencoba melihat jalannya pertandingan.  Tidak jarang terlihat oleh mereka yang duduk dekat lapangan, tubrukan antar pemain terjadi di lapangan.

Pertandingan pun memanas. Tendangan-tendangan ke arah gawang mulai dilancarkan. Sang kiper dari klub rusia, mencoba sekuat tenaga untuk menghadang hujan bola yang datang. Tak dapat dinyana, antusiasme sang kipper untuk menangkap bola berbanding lurus dengan ketebalan kabut, namun berbanding terbalik dengan jarak penglihatannya.

Alhasil, upaya heroik sang kiper berakhir tragis ketika tanpa disangka ia menabrak tiang gawang dengan kecepatan penuh dan jatuh pingsan. Untungnya, salah satu suporter bereaksi cepat dan dengan segera menggantikan posisi sang kiper dan mencegah terjadinya gol. Pertandingan pun dilanjutkan, dengan si suporter di depan gawang dan sang kiper terkapar disebelahnya. Untung saja kabutnya tebal, hanya penonton di sisi gawang yang menyadari terjadinya pergantian pemain ini.

(lyd/rut)

Related Posts