Wasit Dadakan

Gemintang.com – Sore itu Andrew dan Lani bersiap untuk menonton pertandingan sepak bola sang anak, Billy. Billy baru saja terpilih masuk dalam tim sekolah yang akan mengikuti latihan pertanding sepak bola antar sekolah di kota mereka. Walaupun Andrew tidak tahu apa-apa tentang sepak bola karena ia hanya tertarik dengan hal-hal yang berhubungan dengan bisnisnya, ia tetap bersemangat untuk mendukung anak semata wayangnya yang baru berusia 8 tahun.

Lapangan pertandingan sudah dipenuhi dengan kedua tim dan para supporternya. Andrew dan Lani pun sudah menempati tempat duduk mereka. Di lapangan, Billy dan teman-temannya sudah melakukan pemanasan dan tampak sangat bersemangat.

Jam 16.00 mereka mulai berlatih. Namun, sampai pukul 16.20, sang wasit masih belum datang juga. Masalahnya mereka hanya boleh memakai lapangan sampai jam 18.00, karena lapangan akan dipakai oleh orang lain. Akhirnya setelah perundingan antar pihak yang bersangkutan, mereka bermaksud memilih salah satu dari penonton untuk menjadi wasit.

Setelah diundi, ternyata Andrew yang terpilih untuk menjadi wasit. Dengan kikuk dan bingung Andrew mencoba menolak. Namun melihat wajah sang anak yang penuh pengharapan, Andrew akhirnya mengiyakan. Sayangnya, keputusannya tersebut salah total.

Andrew sedari kecil tidak menyukai olahraga dan tidak tahu peraturan mengenaik olahraga sepakbola. Setahu Andrew, sepak bola hanyalah perlombaan dari dua tim untuk memasukkan bola ke gawang. Akibatnya, ketika terjadi pelanggaran, Andrew yang tidak mengerti, tidak menghentikan pertandingan sama sekali.

Begitu juga ketika bola keluar garis sedikit, Andrew tidak menyadarinya. Ketika kedua tim sibuk memperdebatkan apakah bola itu masuk atau keluar, lagi-lagi, Andrew memutuskan melanjutkan pertandingan. Tak terhindarkan selama 45 menit babak pertama pertandingan berlangsung dengan kacau. Banyak anak-anak yang luka-luka akibat permainan yang berjalan tanpa aturan.

Untungnya, selama istirahat, wasit yang sebenarnya datang, memohon maaf dan mengambil alih peluit wasit. Andrew hanya dapat menarik nafas lega, ‘menjadi wasit jauh lebih sulit daripada mendapatkan merger bisnis’ pikirnya.

foto: bola.kompas.com

(ldy/rut)

BACA JUGA:

Aksi Penggemar Gila Bisbol

Ingin Main Bola

Calon Kiper Baru

Sepak Bola dalam Kabut

Bola Basket

Related Posts