Supir Taksi

Photo by gotagotaxi.com

Gemintang.com – Hari ini kerjaan di kantor Budi sedang sangat menumpuk, si bos menyuruhnya untuk lembur dan menyelesaikan semua pekerjaannya malam ini juga. Alhasil Budi tidak bisa pulang tepat waktu. Pasrah menerima perintah dari si bos, akhirnya Budi ngebut mengerjakan semua pekerjaan dan baru bisa menyelesaikan seluruh tugasnya saat jam mulai menunjukan pukul sembilan malam.

Budi merasa sangat lelah malam itu, dan memutuskan untuk pulang dengan naik taksi saja. Dia menunggu taksi di depan kantornya, namun sudah hampir lima belas menit tak ada satu Taxi pun yang lewat. Setelah menunggu hampir setengah jam, akhirnya ada Taxi yang lewat. Budi segera menyetop taksi tersebut dan masuk kedalamnya.

“Bumi Persada ya, Pak.” ucap Budi malas.

Sang supir yang kira-kira berusia 40 tahunan itu hanya menganggukan kepala tanpa menjawab apalagi menoleh. Budi yang sudah sangat lelah dan ngantuk tidak mempedulikan reaksi supir taksi tersebut dan memilih untuk memejamkan matanya.

Budi terjaga dan menyadari bahwa daerah rumahnya sudah hampir terlewat. Tanpa pikir panjang Budi lalu menepuk pundak si supir untuk memintanya berhenti.

“Stop disini pak!”

Bukannya menginjak pedal rem, si sopir taksi itu justru membanting setir ke kiri dan hampir menabrak pagar rumah orang.

“Duh! Hati-hati dong pak!”

“Maaf mas maaf… saya kaget banget tadi. Mas juga sih pake nepuk pundak saya.”

“Lho, masa cuma ditepuk pundaknya saja bisa sekaget itu.”

“Iya mas, soalnya saya masih trauma dengan kerjaan saya sebelumnya.”

“Emangnya bapak sebelumnya kerja apa?”

“Supir mobil jenazah mas.”

 

BACA JUGA:

Kopi Apa yang Paling Pahit?

Mimpi Buruk Seorang Anak Laki-Laki

Permintaan Terakhir Sang Pembunuh

Pria Idaman Wanita

Dangdutan di Kantor

(tut/rut)

Related Posts