Kuburan

Photo by heartofthematteronline.com

Gemintang.com – Siang itu, Ane sedang berjalan pulang ke rumah dari sekolah dengan berjalan kaki. Maklum, jarak antara sekolah dan rumahnya tidak terlalu jauh. Dengan keringat mengalir deras di kepala dan bahu lunglai menggendong tas biru kesukaannya, Ane berjalan tertatih-tatih menuju ke rumah. Ia berharap mendapat sambutan hangat sang kucing kesayangan, Mimi dan segelas air jeruk segar yang biasa diberikan mamanya ketika ia sampai di rumah. 

10 meter menuju rumahnya, Ane melihat satu pemandangan yang tidak biasa di rumah salah satu tetangganya. Kenny, salah satu tetangganya yang baru berusia 8 tahun tampak sedang berjongkok di depan sebuah gundukan tanah di depan rumahnya. Ane yang merasa penasaran pun  mencoba menghampirinya.

“Kenny, kamu sedang apa di situ? Sekarang sedang panas-panasnya loh. Masuk rumah sana, daripada nanti sakit,” ujar Ane penasaran sekaligus khawatir.

Kenny yang sedari tadi menunduk pun langsung mendongak dan memandang Ane dengan tajam.  Terlihat bekas air mata di sekitar pipi dan matanya yang masih memerah, jelas Kenny baru menangis.

“Hei, kamu tidak apa-apa? Kenapa kamu menangis?” tanya Ane lagi sambil ikut jongkok  di sebelah Kenny yang sekarang membuang muka ke arah lain.

“Aku baru saja mengubur ikan emasku yang tadi meninggal,” ucap bocah 8 tahun itu sambil sedikit terisak.

Ane meilihat gundukan  tanah di depan mereka seraya berkata, “Wah, kamu pasti merasa kehilangan, ya?” Ane teringat si Mimi yang menantinya di rumah.

“Iya, ikan emas itu soalnya hadiah ulang tahun dari mama,” balas Kenny sambil cemberut.

Ane mengusap-usap kepala Kenny, masih mengamati gundukan tanah di depannya. “Tapi, apa kuburan ikan mas kamu tidak kebesaran, Ken?”

“Nggak kok. Ukurannya pas. Kan ikan emasku ada di perut kucing kamu, si Mimi,” balas Kenny datar.

Ane terdiam selama beberapa saat. Ketika arti ucapan Kenny mulai dapat dimengerti oleh Ane, ia langsung terlonjak sambil berteriak, “Mimiiiiii!!!”

(lyd/rut)

Related Posts