Nasi dan Ayam

Photo by yelp.com

Gemintang.com – Sudah seminggu ini Ibu Dian sakit demam. Ia sudah berobat ke klinik namun tidak sampai dirawat di rumah sakit. Selama seminggu ia terbaring di kamar tidur, suami dan kedua anak lelakinya merasa kesulitan dalam hal makanan. Diantara ketiga lelaki itu, tak ada satupun yang dapat memasak. Malam itu, setelah memberi obat kepada isterinya, Pak Joko, suami ibu Dian merasa lapar. Namun tidak ada makanan di lemari dapur, hanya sedikit nasi yang tersisa disana.

Kedua anaknya juga merengek minta makan dari tadi. Karena tuntutan perut, pak Joko pun menyuruh putra keduanya yang berumur 8 tahun membeli nasi ayam di ujung gang rumah mereka. “Jodi, tolong belikan nasi ayam 3 bungkus ya. Oh ya, bilang ke penjualnya, nasi dan ayamnya dipisah aja ya. Siapa tahu kakak kamu mau nambah lagi. Jadi pakai nasi yang ada di dapur saja.

“Baik, Yah.” Ucap Jodi.

Kini ia telah sampai di tempat tujuan dan memesan makanan seperti yang Ayahnya suruh.

“Bu, nasi ayamnya 3 porsi. Di bungkus ya.” Ucap Jodi. Si penjual mengangguk tanda mengerti.

“Oiya, nasi dan ayamnya tolong dipisahkan aja ya, Bu.”

“Kenapa memangnya dek?” Tanya si penjual.

Jodi terdiam sesaat, ia lupa alasan kenapa ayahnya meminta ia memisahkan nasi dan ayam tersebut.

“Umm… Nanti nasinya dimakan sama ayamnya, Bu. Jadi dipisah aja ya. Oke?”

Hening tiba-tiba…..

(asa/rut)

Related Posts