7 Tips Membicarakan Cinta dengan Sang Anak

Gemintang.com – Orangtua mana sih yang tidak ingin tahu mengenai bagaimana hubungan cinta atau jalinan kasih sang anak dengan lawan jenisnya? Apalagi bila sang anak tercinta masih remaja, yang notabene punya rasa penasaran dan ingin tahu yang tinggi untuk mencoba berbagai hal.

Pada kenyataannya, banyak remaja yang cenderung mudah jatuh cinta. Namun sayang, tidak semua orangtua dapat membicarakan topik tentang cinta dengan buah hati remaja mereka. Lalu bagaimana mengatasi hal ini? Jangan khawatir, Sobat. Berikut ini Gemintang sudah merangkum 7 tips bagaimana para orangtua terkasih dapat memulai pembicaraan tentang cinta dengan anak remaja.

1. Buat suasana yang nyaman

Carilah tempat yang nyaman dimana kamu dan sang remaja bisa berbagi cerita. Kalau perlu ajak sang anak untuk makan di luar. Makan bersama bisa menciptakan suasana keterbukaan. Bangunlah suasana yang tidak terlalu serius, dimana kamu bisa mulai dengan bertanya tentang keseharian sang anak, hal-hal apa saja yang dia pikirkan atau pedulikan.

2. Mulailah dengan menonton film romantis atau mendengarkan lagu bersama

Ini merupakan cara yang paling sederhana. Ajak sang buah hati untuk menonton bersama sebuah film yang bertemakan cinta. Setelah film selesai coba bicarakan apa pendapatnya tentang film tersebut. Apakah dia pernah mengalami hal yang sama? Atau ada bagian dari film itu yang sangat ingin ia alami?

3. Ceritakan pengalamanmu

Janganlah ragu untuk membagikan pengalaman pribadimu dengan sang buah hati. Siapa tahu apa yang kamu alami dulu, sekarang sedang ia hadapi. Bila ia tahu kamu juga pernah mengalami apa yang ia alami, ini akan membuat ia tidak ragu untuk meminta kamu membantunya.

4. Jangan terlalu khawatir

Apabila dia sudah mulai bercerita tentang kisah cinta atau orang yang dia sukai, kamu harus mencoba untuk tidak terlalu khawatir. Belum tentu anak remaja kamu itu melakukan suatu kesalahan atau terjerumus pada hal-hal yang tidak kamu inginkan.

Terlalu khawatir akan menghambatmu dalam mendengarkan dan mencoba berempati ketika ia bercerita. Cobalah untuk selalu mendukung dan menyatakan batasan-batasan yang sebaiknya anakmu pertimbangkan ketika berpacaran.

5. Biarkan dia bicara

Ketika sang anak mulai berbagi kisah dan pengalamannya, bukalah telingamu lebar-lebar. Tahan setiap komentar yang mungkin berkelebat dalam pikiran kamu. Coba melihat hal dari sudut pandang si anak.

Memang ini bukan hal yang mudah, apalagi untuk orangtua yang terbiasa mendikte atau mengatur anak. Tapi tidak ada salahnya untuk mulai mencoba mendengarkan.

6. Jangan cepat menghakimi atau menasihati

Kecenderungan orang dewasa ketika mendengarkan ‘curhatan’ sang anak adalah langsung menilai dan menghakimi atau langsung memberi wejangan dan nasihat-nasihat. Ini merupakan kebiasaan yang akan menghambat keterbukaan anak remaja.

Kadang, mereka hanya ingin didengar dan bukan ingin dikomentari atau dinasehati. Pekalah melihat dan mengenali gelagat anak Anda ketika ia bercerita.

7. Jadilah model

Inilah kunci utama keterbukaan sang anak, yaitu bila ia melihat kamu sebagai model yang sehari-hari ia temui dan ingin ia teladani. Tunjukkan dalam keseharianmu bagaimana cara menghormati, menghargai, mencintai, menyayangi dan menerima orang-orang di sekitar kamu apa adanya.

foto: segment.com

(ldy/rut)

Related Posts