Pikirkan Sebelum Menyesal

Foto by cwru-daily.com

Gemintang.com – Benar, bahwa penyesalan selalu datang di akhir. Gadget yang baru anda beli, harus terlempar sia-sia saat sang kekasih sedang bersama wanita lain. Dengan alasan cemburu, emosi pun seolah membuat anda tidak sadar, bahwa “ya ampun, itu gadget baru gue beli kemarin sore !”. Tak sampai disitu, bank pun sudah tak lagi memberikan perpanjangan waktu saat anda tidak melunasi pembayaran kredit selama 5 bulan. Sayangnya, tagihan bermula dari anda yang doyan sekali shopping, alias berbelanja. Mata rasanya tak dapat berkedip sebelum anda mendapatkan barang yang menjadi incaran. Oh, ya ampun, sadarkah anda ? Bunga kartu kredit akan semakin besar jika anda terlambat melunasinya walau hanya satu bulan. Penyesalan pun bertambah, setelah anda mogok makan hanya karena krisis patah hati setelah putus cinta.

Well, segala bentuk penyesalan apapun itu, tidak terlepas dari alasan emosi. Emosi yang mempengaruhi diri seseorang, akan melahirkan sebuah tindakan impulsif yang memungkinkan seseorang untuk mengambil sebuah tindakan tanpa berpikir secara matang. Emosi bukan tidak bisa dilawan, ataupun tidak bisa dikendalikan. Bagaimana seseorang itu berpikir, itulah yang akan menentukan apakah emosinya akan lebih baik, ataukah lebih buruk. Pola pikir yang membuat emosi lebih buruk, itulah yang pada akhirnya akan menimbulkan sebuah penyesalan.

Pikirkan, sebelum anda benar-benar menyesal. “Bagaimana bisa saya berpikir disaat keadaan tidak memberikan saya waktu untuk berpikir?” Hmm, benar juga. Mungkin ada saat dimana anda harus melakukan suatu hal disaat itu juga. Tapi apa iya seperti itu ? Saya kembalikan kepada anda, “Sewaktu anda melihat kekasih anda bersama wanita lain, apakah anda bertanya kepada kekasih anda sehingga ia menjelaskannya ?” Justru yang sebaiknya anda lakukan saat itu adalah mendekatinya, dan lalu berkata, “Sayang, maaf ya aku terlambat jemput kamu, lain kali gak lagi-lagi deh”. Mungkin kekasih anda akan sedikit aneh ataupun terkejut dengan kedatangan anda. Namun bagaimanapun, membuat keributan di depan umum bukanlah hal yang baik. Jadi, luruskan segala hal hanya pada saat anda berdua dengannya.

“Gue itu gak bisa keluar kamar sebelum ngerasa pede sama penampilan”. Oh, kau pikir kau model ? Well, bahkan jika anda seorang model, anda tentu tahu bahwa anda memiliki figur yang proposional, cantik, dan dikagumi banyak orang. Ayo pikirkan sebelum anda menyesal. Menghabiskan total penghasilan hanya demi mendukung karir, bukankah sia-sia ? Anda bekerja untuk mendapatkan uang, bukan menghabiskan uang. Apa yang akan tersisa jika uang yang anda miliki hanya sekedar lewat-lewat saja tanpa suatu kejelasan misalnya membeli rumah ataupun membeli mobil mewah ? Setidaknya, anda harus memiliki investasi yang terlihat demi masa depan anda.

Patah hati memang gejala yang sangat kronis. Bunuh diri dan mogok makan sepertinya menjadi pilihan untuk mengapresiasikan seberapa besar kekecewaan anda. Mungkin ya, dia adalah cinta sejati anda dan anda tidak bisa hidup tanpanya. Tapi bersikaplah realistis dan pikirkan, sebelum anda benar-benar menyesal. Dengan menyakiti diri sendiri, apakah anda yakin dapat merebut hatinya kembali ? Saya rasa tidak, karena jika anda inginkan dia kembali di sisi anda, berbuatlah sebaliknya. Jangan pernah menunjukkan padanya bahwa anda sakit hati, apalagi menyiksa diri sendiri. Tunjukkan padanya bahwa anda baik-baik saja, dan mampu hidup bahagia tanpanya. Ada saat dimana anda rapuh, tunjukkanlah itu hanya kepada keluarga dekat ataupun teman yang anda percaya.

Ceroboh, adalah tindakan yang akan membawa kemalangan tersendiri dalam hidup anda. Jadi, sebelum penyesalan itu tiba, berikanlah jeda untuk anda berpikir dengan baik. Dan yakinkah hati anda sebelum benar-benar mengambil tindakan.

(Mira)

 

Related Posts