Akibat Dari Menyepelekan Sesuatu

Gemintang.com – Di sebuah kota besar saat jam pulang kantor tiba, jalanan yang semula lengang kini menjadi ramai karena banyak orang-orang yang hendak pulang. Banyak dari mereka yang menaiki kendaraan pribadi dan banyak juga yang pulang dengan kendaraan umum. Dan sore ini, seorang pegawai di sebuah perusahaan swasta hendak pulang.

Ia biasa pulang dengan menggunakan angkutan umum. Pria ini sering sekali menyepelekan sesuatu. Semua hal dianggapnya remeh. Dan kini, saat jam pulang kantor tiba, saat banyak pegawai-pegawai lain berebutan naik kedalam bus, ia hanya diam dan menunggu bus yang sepi datang.

Menjelang pukul 18.00, antrean bus mulai ramai. Setiap kali rekan kerjanya mengajaknya pulang, pria ini selalu saja berkilah dengan berujar nanti saja. Ia pun memutuskan untuk menunggu di halte sambil membeli jajanan yang dijajakan di sekitar tempat tersebut. Sambil makan, ia juga menyetel lagu lewat handphonenya melalui headset.

Tak terasa waktu pun menunjukkan pukul 18.45. Pria yang semula duduk santai kini sudah berdiri diujung halte menanti setiap bus yang tiba. Saat sebuah bus tiba didepannya, ia berpikir sejenak lalu meninggalkannya karena bus itu terlihat tidak bagus dan begitupun seterusnya. Kini, ketika hari telah semakin malam, ia pun mengeluh karena bus sepi yang ingin ia naiki tidak kunjung tiba. Pria ini tidak menyadari bahwa sedari tadi sudah banyak bus yang ia abaikan.

Sepuluh menit kemudian melintaslah bus dengan jurusan arah pulangnya dengan kondisi yang lebih buruk dari bus-bus sebelumnya. Dengan hati kesal ia menaiki bus tersebut. Bus itu benar-benar terlihat sudah tua. Suara mesinnya kasar, kaca jendelanya rusak dan tempat duduknya sudah reyot. Dengan terpaksa pria itu pun menaiki bus itu karena waktu telah menunjukkan pukul sembilan malam.

Sobat Gemintang, mungkin kisah diatas terlihat sederhana, tapi dapatkah kamu menangkap makna tersirat dalam di dalamnya? Ya, dalam hidup ini selalu banyak pilihan yang tersedia dan tentu saja pilihan tersebut memunyai kelebihan dan kekuarangannya sendiri. Kisah diatas menggambarkan kepada kita bahwa dalam hidup ini kita tidak boleh menyepelekan hal apapun.

Bus-bus yang dikisahkan tadi adalah serentetan kesempatan yang datang dihadapan kita dan yang disepelekan begitu saja dengan berbagai alasan. Dan pada akhirnya justru mendapat bus dengan kondisi yang jauh lebih jelek. Nah, pernakah kamu berlaku seperti demikian? Saya pernah. Dan inilah pelajaran yang sangat berharga yang saya dapat akibat menyepelekan sesuatu.

Ketika sebuah kesempatan lewat dihadapan kita, kita sering mengabaikannya, menganggap sepele, membanding-bandingkan dan berfokus pada kekurangan. Kita memang berhak memilih, tapi bukan berarti kita berhak merendahkan, membanding-bandingkan dan menilai kekurangannya.

Kita tetap bisa memilih tanpa harus merendahkan, membandingkan atau menilai kekurangan dari sebuah kesempatan itu sendiri. Ingat, tidak ada manusia yang sempurna. Jadi untuk apa kita bersikap layaknya manusia yang sempurna? Justru kelemahan dan kekurangan itulah yang menjadikan kita sempurna karena saling mengisi.

foto: visualphotos.com

(ysf/rut)

Related Posts