Kenali Batas Kemampuanmu

Gemintang.com – Jody merupakan anak emas di sekolahnya. Ia tidak hanya disenangi para guru, tapi juga sangat diandalkan dan dipercaya teman-temannya. Ia mendapat kepercayaan sebagai ketua kelas di kelasnya dan ketua OSIS di sekolah. Semua anak di tiap tingkat pasti mengenalnya. Hampir di setiap program dan acara sekolah Jody selalu dilibatkan.

Ia menjadi siswa super sibuk yang selalu dicari orang. Hebatnya, ia tetap mempertahankan nilai akademiknya, juara kelas selalu ia raih di tiap semester.

Sayangnya, dibalik kesibukan dan prestasi cemerlang Jody, ia sebenarnya sudah sangat kewalahan. Namun demi menjaga perasaan orang-orang di sekitarnya, Jody menyimpan kelelahannya sendiri. Wajah cerah dan senyum sumringahnya berganti desah lelah dan muka letih ketika tak seorang pun melihat.

Bagaimana pun tubuh Jody sudah mencapai batas kekuatannya. Siang itu, Jody jatuh pingsan ketika ia sedang mengerjakan soal di depan kelas. Teman-teman dan para guru pun riuh ramai terkejut.

Setelah dibawa ke rumah sakit, Jody didiagnosa mengalami kelelahan yang amat sangat. Sang dokter memaksa Jody untuk bedrest selama tiga hari penuh. Hal ini mengejutkan kedua orang tua dan teman-teman Jody. Orang tuanya merasa bersalah karena tidak menyadari keadaan Jody lebih cepat.

Sama halnya dengan para guru dan teman-teman Jody. Mereka merasa bersalah karena terlalu mengandalkan Jody dan membuat Jody segan untuk menolak. Sejak peristiwa itu,  ada perubahan besar yang terjadi dalam diri Jody. Ia mulai menyadari batas kekuatan tubuhnya dan membatasi kesibukannya mulai saat itu.

Sobat Gemintang, kisah Jody seringkali terjadi pada orang-orang yang tidak menyadari batas kekuatan mereka dan memaksakan diri untuk melakukan segala sesuatunya sendiri. Karena itulah sangat penting bagi kita untuk mengenali batas kemampuan diri sendiri.

Eksploitasi diri yang kelewat batas hanya akan merusak tubuh dan melukai orang-orang di sekitar kita. Ketika kita mendapat tugas yang melewati batas dan kemampuan, ada baiknya kita meminta bantuan dari orang-orang yang lebih kompeten yang dapat membimbing dan membantu kita.

Jangan segan untuk mengatakan bahwa kamu tidak sanggup lagi mengerjakan hal tersebut ketimbang menunggu sampai kita sakit terlebih dahulu.

foto: students.wamy.org

(ldy/rut)

Related Posts