Layang-layang dan Angin Kehidupan

Gemintang.com – Dikisahkan sebuah keluarga kecil yang terdiri dari ayah, ibu dan dua orang anak laki-lakinya berlibur kesebuah taman wisata yang terletak di jantung kota tempat daerah mereka tinggal. Mereka menghabiskan waktu akhir pekan dengan mengunjungi tempat tersebut.

Di taman wisata itu ada banyak pedagang yang menjajakkan barang-barang mainan seperti boneka, layang-layang, mobil-mobilan dan sebagainya. Sesampainya di sana, kedua anak laki-laki ini tertarik untuk membeli layang-layang setelah mereka melihat pengunjung lain yang menerbangkan layang-layangnya sangat tinggi.

Sang anak pun meminta ayahnya untuk membelikan mereka layang-layang. Setelah membeli, si anak kembali meminta ayahnya untuk membantunya menerbangkan layang-layang tersebut. Awalnya memang terasa sedikit sulit saat menerbangkan layangan itu, namun pada akhirnya si anak senang karena layang-layang miliknya dapat terbang tinggi melebihi layang-layang yang diterbangkan oleh pengunjung lain.

Sambil menunggu sang anak selesai bermain, sang ayah dan istrinya memutuskan untuk duduk di bangku-bangku taman yang berada tidak jauh dari tempat anak-anak mereka memainkan benda tersebut. Sembari duduk, sang ayah menengadahkan wajahnya keatas langit kearah layang-layang yang dimainkan oleh kedua putranya.

Beberapa saat kemudian si ayah merenung akan suatu hal lalu mengalihkan pandangan kepada sang istri. “Ibu, kenapa Ayah tak bisa seperti layang-layang itu?” Tanya sang suami. Sang istri awalnya bingung dengan pertanyaan suaminya tersebut.

“Maksud Ayah apa?” Tanya sang istri dan melihat suaminya kembali menatap layang-layang tersebut.

“Ayah merasa bahwa segala hal yang telah terjadi di dalam hidup Ayah terasa sangat berat. Ayah selalu menganggap semua itu adalah beban yang mesti Ayah tanggung. Tapi saat melihat layang-layang itu terbang Ayah justru sadar akan sesuatu hal,”

Lanjut sang ayah, “Dengan melawan arah angin, layang-layang itu justru mampu terbang tinggi. Semakin besar kekuatan angin yang dihadapinya maka semakin hebat pula ia terbang dan hasilnya pun semakin baik.” ucap sang ayah.

Angin kehidupan tak pernah memilah-milih siapa saja yang akan ia terjang. Semua orang yang hidup di dunia ini pasti pernah merasakan angin kehidupan yang berhembus, baik itu kencang maupun pelan. Ditengah angin kehidupan yang bertiup kita harus seperti layang-layang tersebut, melawan arah angin dan terbang tinggi.

Belajar dan rasakan sakitnya kehidupan lalu terbanglah setinggi mungkin. Kamu pasti bisa mengatasi permasalahan yang terjadi di dalam hidupmu. Yakinlah!

foto: shalshirako.blogspot.com

(asa/rut)

Related Posts