Tidak Toleransi Terhadap Kebodohan

Gemintang.com – Apakah melakukan hal yang sama berulang kali namun mengharapkan hasil yang berbeda merupakan tindakan yang tepat? Pernahkah kamu menyadari bahwa hal tersebut sering terjadi di kehidupan sehari-hari? Contoh sederhana yang ada di sekitar kita misalnya, seorang ibu menghadapi anak yang tidak disiplin.

Sang anak selalu meletakkan baju kotornya di sembarang tempat dan bukan di keranjang cucian, sehingga hal tersebut menyusahkan ibunya untuk membedakan mana baju yang kotor dan yang bersih. Dan si ibu pun menoleransi sikap sang anak dengan harapan suatu hari nanti dia akan berubah. Tapi mungkinkah perubahan itu akan terjadi?

Dapat dipastikan bahwa hal itu tidak akan terjadi. Lalu, kenapa sang ibu masih saja melakukan hal-hal yang dapat merugikan sang anak serta dirinya sendiri? Toleransi seperti contoh diatas merupakan toleransi yang tidak baik. Sang ibu hanya akan membuat anaknya menjadi pemalas jika terus menerus dibiarkan seperti itu.

Hal serupa ternyata juga sering terjadi di diri kita. Atasan memberikan tugas dan kita berharap ketika pekerjaan itu selesai, beliau akan puas. Namun selama proses penyelesaian pekerjaan tersebut, kita tidak mengerjakannya secara baik sehingga hasilnya pun tidak sempurna dan terus hal itu dilakukan secara berulang-ulang. Bukankah tindakan ini merupakan suatu kebodohan?

Sering kita merasa kesal dengan orang lain padahal segala sesuatu yang kita alami tidak lepas dari perbuatan kita sendiri kepada orang tersebut. Oleh karena itu, sebelum kita merubah orang lain, rubahlah diri kita sendiri terlebih dahulu. Lakukan koreksi terhadap setiap tindakan kita kepada orang lain.

Jangan menoleransi kebodohan, karena itu hanya akan merugikan diri kita sendiri. Mulai dari sekarang kita harus merubah pola sikap yang kurang benar. Ayo peka dan mulai mengoreksi diri sendiri mulai saat ini!

foto: womansday.com

(asa/rut)

Related Posts