Kapan Waktu yang Tepat untuk Putus?

Gemintang.com – Hubungan antar dua insan yang terjalin atau yang biasa disebut dengan pacaran, dimulai ketika kamu menemukan orang yang kamu anggap sesuai untuk menjadi pasanganmu. Namun tidak jarang terjadi kasus dimana hubungan yang dianggap langgeng dan akan berakhir di pernikahan justru putus di tengah jalan. Sebenarnya hal ini sah-sah saja, karena pacaran merupakan ajang untuk mengenal lebih dekat siapa pasangan kita.

Bila salah satu pihak merasa sudah tidak sejalan, sepaham, atau bahkan tidak nyaman dengan pasangannya, putus hubungan bisa terjadi. Tapi, kapan waktu yang tepat untuk putus? Hal-hal apa yang menyebabkan orang mengambil keputusan untuk berhenti berhubungan?

1. Ketika tidak ada lagi rasa penghargaan

Saling menghargai dan memperhatikan merupakan kunci keberhasilan dalam pacaran. Ketika kamu merasa sudah tidak ada lagi rasa penghargaan dan malah merasa diremehkan, itu salah satu tanda kamu harus menyudahi hubungan dengan si dia. Tidak jarang ada pasangan yang malah dilecehkan ketika pacaran. Pelecehan bisa bersifat verbal (hinaan atau makian), bisa juga fisikal (cubitan, tamparan, pukulan hingga ke dalam hal yang berkaitan dengan seks). Kalau kamu merasa diperlakukan seperti itu, kamu harus berani mengambil keputusan untuk putus.

2. Ketika rasa sayang mulai pudar

Hubungan cinta pastinya harus dilengkapi dengan bumbu cinta. Namun bila rasa cinta itu mulai pudar dan hubungan mulai hambar, kamu harus bertanya apakah hubungan itu layak untuk diperjuangkan atau tidak. Kalau menurutmu masih layak diperjuangkan, bicarakan dengan pasanganmu untuk memperbaharui hubungan kalian. Tapi, kalau ternyata pasanganmu juga sudah mulai merasa hubungan itu sudah stagnan dan tidak mungkin diperbaiki, mungkin satu-satunya cara adalah putus.

3. Ketika dikhianati

Dalam hubungan percintaan, selain rasa sayang, kepercayaan juga merupakan poin penting. Ketika rasa percaya yang kamu berikan pada pasanganmu malah ia permainkan dan disalahgunakan, mungkin itu pertanda kalau dia tidak layak untuk kamu percaya. Pengkhianatan merupakan salah satu hal yang mungkin tak akan terlupakan. Ada pasangan-pasangan yang tetap melanjutkan hubungan setelah pengkhianatan terjadi, mereka berusaha membuka lembaran baru. Namun tetap saja, hal itu akan menjadi luka yang tidak akan benar-benar pulih sepenuhnya.   

4. Ketika kamu terus menerus tidak bahagia dengan hubunganmu

Ketika hubunganmu dengan si dia hanya membuatmu lebih terluka dan depresi, jangan memaksakan untuk melanjutkannya. Hubungan seperti ini bukan hubungan yang sehat karena hubungan yang sehat seharusnya menjadi sumber kebahagiaan dan kekuatan bagi mereka yang menjalaninya. Bila yang terjadi malah hal yang sebaliknya, tidak ada salahnya untuk mengambil waktu merenungkan kelanjutan hubungan itu. Di dalam hubungan seharusnya ada take and give, support atau dukungan, dan kebahagiaan bukan hanya antara kamu dan dia tapi juga orang-orang disekitarmu.

foto: healthyandfitnesscare.com

(ldy/rut)

Related Posts