Mengapa Harus Pura-Pura Mencintai?

Foto by thebertshow.com

Gemintang.com – “Maaf, saya tidak benar-benar mencintai kamu, saya hanya pura-pura”.

Rasa sakit, kecewa dan pilu tentulah dirasakan oleh mereka yang merasa dibohongi hatinya. Namun sebagai pelaku, apakah pernah memikirkan kesakitan itu pabila ternyata dia mengalaminya? Hal-hal yang timbul karena kebohongan tidak hanya akan menyakiti orang yang menjadi korban, tetapi juga Anda yang berperan sebagai pelakunya. Mengapa demikian? Berbagai hal berikut bisa menjelaskan alasannnya. 

  • Cinta karena deadline

Tak hanya di sinetron, kisah cinta yang Anda jalani bisa jadi sinetron nyata saat pura-pura mencintai seseorang karena tuntutan deadline. Dijodohkan karena Anda tak juga memiliki kekasih, pura-pura cinta pun akhirnya dijalani. Prinsip patuh dan taat kepada orang tua, ya mau bagaimana lagi. Cinta karena deadline yang disebabkan oleh Anda diharuskan menikah, pernahkah menyadari itu layaknya drama? Sebelum menyesal, ada dua hal yang bisa menjadi pilihan. Benar-benar mencintainya, atau jujur Anda tidak mencintainya. Di akhir cerita, sinetron mungkin bisa berakhir bahagia, tapi dalam kehidupan nyata, hal-hal yang bermula dari satu kebohongan walau kecil tetap akan menimbulkan hal yang sangat menyakitkan.

  • Cinta karena materi

Siapa yang tidak suka uang. Well, sebutlah bahwa siapapun ingin hidup sempurna dengan harta yang bisa memenuhi kebutuhannya. Pura-pura cinta karena mengejar materi semata, apakah itu yang akan membuat Anda bahagia? Perlu ditanyakan lagi pada hati dan naluri Anda, apakah cinta yang pura-pura membuat Anda bahagia walau hidup penuh harta? Memang benar bahwa harta, bisa membuat siapapun menjadi raja. Tapi kebahagiaan bukan hanya karena itu. Seseorang perlu cinta walau dia tak menginginkannya. Dan saat dia tak punya, sadarlah bahwa harta ternyata bukan teman baginya.

  • Cinta karena gengsi

Malu, mungkin, saat orang lain menggandeng pasangan sedang Anda masih saja gigit jari di pojokan. Alhasil, acak pilih pasangan menjadi pilihan ketimbang tak punya. Gengsi, itulah salah satu alasan mengapa seseorang bisa sampai berpura-pura mencintai orang lain. Kepalsuan dalam hubungan pada akhirnya membuat kasih sayang, perhatian, juga cinta itu sendiri menjadi kebohongan demi menutupi gengsinya kepada orang-orang. Beruntung bila pada akhirnya mereka mampu melewati itu semua. Buruknya, pura-pura cinta karena gengsi dicap sendiri akan membuat Anda terluka hati.

  • Cinta karena rasa iba

Konon, lebih baik bersama orang yang mencintai kita ketimbang yang kita cintai. Namun hal ini bukan lantas membuat Anda berbelas hati kepada seseorang yang tidak Anda cintai namun mencintai Anda. Anda tetap dapat menemukan orang yang anda cintai, juga mencintai Anda. Mencintai seseorang karena kebaikan dan kemurahan hatinya adalah bukan cinta, sebab Anda jatuh iba karenanya. Mengungkapkan perasaan cinta karena kasihan padanya, bukankah justru membuatnya terlihat lebih menyedihkan? Cobalah untuk kembali memikirkan, bila Anda adalah dia, Anda tentu akan memilih untuk lebih baik tidak bersamanya.

Jangan takut dibilang pecundang hanya karena Anda kalah saing. Sebenarnya, apa manfaat dari pura-pura mencintai seseorang? Jika Anda belum yakin, ya sudah, tunggulah sampai Anda benar-benar yakin. Dan bila Anda belum nyaman, maka bersabarlah sampai Anda menemukan kenyamanan itu.

(mir/rut)

Related Posts