Cara Sukses Oprah Winfrey

Foto by forbes.com

Gemintang.com – Menjadi orang sukses itu memang hebat. Tapi yang jauh lebih hebat bagaimana cara orang tersebut bisa menjadi sukses. Berangkat dari pemikiran itu saya pun menilik perjalanan hidup dari seorang Oprah Winfrey. Ternyata kesuksesan yang diraih Oprah tidaklah diperoleh dengan instan tapi dengan perjuangan yang tidak sedikit. Berikut kisahnya.

Oprah Winfrey adalah wanita dan selebritis terkaya kelahiran Kosciusko, Mississipi. Oprah dilahirkan pada tanggal 29 Januari 1954 dengan nama asli Orpah Gail Winfrey. Nama Orpah diambil dari Alkitab tapi karena sedikit sulit untuk memanggil Orpah, maka orang sekitarnya memanggil Oprah. Meskipun ada perdebatan mengenai ayah biologisnya, tapi seorang petani Mississipi dan veteran Perang Dunia II dipercaya sebagai ayah biologisnya, Noah Robinson Sr., dan ibu yang bernama Vernita Lee berprofesi pembantu rumah tangga.

Oprah kecil harus melalui masa sulit karena kedua orang tuanya berpisah. Dia pun harus tinggal dengan neneknya. Meskipun begitu, menurut pengakuan neneknya, Oprah selalu aktif di gereja dan sosok yang haus akan ilmu. Bahkan pada usianya yang masih tiga tahun, dia bisa dengan mudah mengintepretasikan isi alkitab. Karena kesibukan yang dijalani ibunya dan kendala keuangan, Oprah kurang mendapat kasih sayang dan harus mau tinggal satu kamar dengan ibu dan saudara-saudaranya. Hingga akhirnya dia mengalami pelecehan seksual ketika berusia sembilan tahun oleh saudaranya sendiri. Pelecehan itu tidak hanya terjadi sekali sampai akhirnya dia hamil di usianya yang keempat belas tahun. Oprah pun memutuskan untuk menerima kenyataan tersebut. Tapi setelah melahirkan anaknya tidak lama kemudian anaknya pun meninggal.

Meskipun begitu, Oprah tidak mau hanya meratapi nasibnya yang benar-benar menyedihkan dan tragis. Dia merasa harus bangkit untuk memperbaiki jalan hidupnya. Oprah pun memutuskan untuk tinggal dengan ayahnya. Tinggal dengan ayahnya, Oprah pun dididik dengan tegas dan disiplin. Tiap hari dilaluinya dengan berbagai didikan yang diterapkan ayahnya tapi itu pula yang membuat Oprah menjadi pribadi yang kuat dan disiplin. Dia pun berprestasi di sekolahnya dan berhasil diundang ke Gedung putih sebagai salah satu wakil siswi SMA teladan. Tidak hanya itu, Oprah juga berhasil mendapat beasiswa untuk perguruan tinggi dengan pidato yang ditulisnya sendiri berjudul “Orang Negro, Konstitusi dan Amerika Serikat”. Dia pun berhasil memenangkan kontes kecantikan; dimana dengan memenangkan kontes tersebut, Oprah menjadi sorotan publik untuk pertama kalinya.

Berbagai bidang pekerjaan pun dilakoninya, mulai dari menjadi penyiar radio lokal ketika SMA dan pembaca berita di stasiun tv lokal di usianya kesembilan belas tahun. Oprah berhasil jadi perempuan negro muda pertama yang berhasil jadi pembaca berita di daerah tempat tinggalnya, Neshille. Merasa dia bisa meningkatkan karirnya lebih jauh, Oprah pun memutuskan untuk pindah ke Chicago dan ayahnya pun menyetujuinya. Dia pun merambah bidang talkshow dalam acara People are Talking pada tahun 1976. Melalui acara ini, namanya semakin dikenal publik. Lalu pada tahun 1983, Oprah menjadi kembali menjadi pembawa acara di WLS-TV. Meskipun mendapat saingan yang berat dan rating rendah, namun dengan pengalaman yang dilalui dan kemampuan yang teruji Oprah berhasil memenangkan hati penonton. Dua tahun kemudian, nama acaranya pun diubah menjadi The Oprah Winfrey Show dan mendapat hak siaran secara nasional pada 8 September 1986. Acara yang membahas tentang nilai kemanusiaan, moralitas dan pendidikan ini pun semakin menjadi sukses hingga sekarang.

Ternyata kesuksesan tidak membuat Oprah menjadi lupa diri, dia selalu menyumbangkan sebagian dari penghasilannya guna membantu orang-orang yang mengalami kesulitan. Tidak hanya itu, Oprah pun membangun sebuah sekolah untuk anak perempuan di Afrika Selatan pada 2 Januari 2007. Menurutnya, dengan membangun sekolah tersebut, diharapkan mereka bisa mengubah menjadi cikal bakal untuk mengubah nasib sebuah bangsa. Itulah kisah dibalik kesuksesan seorang Oprah. Ada baiknya untuk kita memetik pelajaran dari perjalanan hidupnya.

(Lydia)

Related Posts