Perang Candu antara Indonesia-Australia

Gemintang.com – Perihal eksekusi mati terpidana narkotika, hubungan diplomasi antara Indonesia dan Australia semakin menegang saja. Mungkinkah saat ini sedang terjadi perang (karena) narkoba?

Pemerintah Indonesia tetap pada tujuan awal yaitu mengeksekusi mati dua anggota dari kelompok penyelundup heroin asal Australia yang dikenal sebagai Bali Nine. Kedua orang tersebut adalah Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Sebelumnya, enam anggota lain sudah dieksekusi lebih dulu pada tanggal 18 Januari 2015.

Saat berita ini tersebar, berbagai respon, komentar, dan pendapat bermunculan. Tak terkecuali dari Pemerintah Australia dan Lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Seperti dikutip dari ABC News, demi membatalkan eksekusi mati dua warga negaranya, Menteri Luar Negerti Australia Julie Bishop berencana merepatriasi tiga warga negara Indonesia terpidana narkoba yang mendekam di negeri kangguru itu.

Selain itu, Presiden Joko Widodo juga mendapat kecaman dari PBB perihal eksekusi mati Andrew Chan dan Myuran Sukumaran. Pasalnya, PBB menolak seluruh tindakan yang bertentangan dengan hak asasi manusia (HAM) termasuk hukuman mati.

Bukan hanya itu, Pemerintah Australia melalui Menlu Julie Bishop juga sudah meminta pengampunan sekaligus permohonan agar dua anggota dari sindikat narkoba Bali Nine dibebaskan dari hukuman mati. Namun sejauh ini Kementrian Luar Negeri tetap mendukung rencana Pemerintah Indonesia.

Menurut Retno, tawaran yang diajukan Bishop tidak dikenal di Indonesia karena selama ini belum pernah terjadi pertukaran terpidana narkoba. Presiden Jokowi pun menegaskan bahwa tidak akan ada ‘pertukaran’ tahanan dengan Australia.

“Kedaulatan hukum tetap kedaulatan hukum. Kedaulatan politik tetap kedaulatan politik,” ucap Jokowi seperti dikutip dari Kompas.com.

Jokowi berpendapat bahwa dalam perkara ini, jangan melihat siapa yang dieksekusi tetapi lihatlah korban-korban yang berjatuhan akibat narkoba, yang berhasil merusak generasi pemuda Indonesia.

Setali tiga uang dengan Presiden Jokowi, Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah dan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mendukung keputusan ini. Menurut Ryamizard, tahanan bukanlah barang yang bisa ditukar-tukar.

Hingga kini, angka kematian akibat narkoba semakin hari semakin meningkat. Badan Narkotika Nasional (BNN) melaporkan, tiap harinya ada 50 orang yang meninggal akibat obat-obatan terlarang dan sebanyak 4,5 juta jiwa direhabilitasi.

foto: news.yahoo.com

(rut/rut)

Perang Candu antara Indonesia-Australia silky

Review

Perang Candu antara Indonesia-Australia

Summary: Perang Candu antara Indonesia-Australia

5

Good

User Rating: 0 (0 votes)

Related Posts