Rahmat Darmawan, The Coach RD

Gemintang.com – Sebagian besar rakyat Indonesia pasti sudah mengenal sosok Rahmad Darmawan. Pria kelahiran Kota Metro, Lampung, 26 November 44 tahun yang lalu ini pernah menorehkan prestasi gemilang di dunia pelatih pesepakbolaan Indonesia. Awal prestasinya dimulai saat Juara Liga Indonesia (Persipura) tahun 2005.

Dalam kejuaraan yang sama ia mampu kembali mengukir prestasi di tahun 2007 bersama Sriwijaya FC. Dan kemudian berturut-turut dari tahun 2008 hingga 2010 ia berhasil meraih prestasi di ajang Juara Piala Indonesia. Suami dari Ety Yuliawati ini mengawali kariernya di ajang PON ke-11 mewakili kota kelahirannya, Lampung.

Sukses sebagai pelatih memang tak di dapatnya dengan cara mudah, cikal bakal kesuksesannya itu berawal saat ia menjadi asisten pelatih timnas Indonesia tahun 2002, menjadi pelatih Persikota tahun 2003 hingga 2004, lalu menjadi pelatih Persipura tahun 2005 sampai 2006, dan berselang satu tahun ia kembali menjadi pelatih di klub sepak bola Persija dari tahun 2007 hingga 2008.

Kariernya semakin bersinar ketika ia mengambil posisi pelatih Timnas tahun 2011 untuk U-23 di acara SEA Games XXVI. Meskipun kalah, tapi kekalahan Timnas di SEA Games menjadi sebuah pembelajaran berharga bagi dirinya dan sepeninggal acara itu juga ia mengajukan surat pengunduran dirinya sebagai pelatih timnas U-23 kepada PSSI.

Alasannya mundur dari posisi pelatih karena ia merasa gagal dalam pencapaian targetnya di SEA GAMES XXVI. Selain itu, ia juga kecewa dengan PSSI yang melarang pemain untuk berlaga di Liga Super Indonesia. Saat itu ia memang mengambil waktu istirahat dalam menjadi pelatih.

Ia resmi mundur sebagai pelatih pada tanggal 13 Desember 2011 dan kembali ke pekerjaan sebelumnya di dunia militer TNI-AL. Pria lulusan IKIP tahun 1990 Fakultas Pendidikan Ilmu Kesehatan ini dinilai banyak orang dengan prestasinya yang luar biasa. Masyarakat luas banyak yang memujinya karena sistem kepelatihannya kepada anak-anak didiknya.

Contohnya seperti saat ia menjadi pelatih di Persipura, saat itu nama klub sepak bola Persipura memang tak terdengar dimana-mana, namun begitu mendapat pelatihan dari tangan dingin RD –sapaan akrabnya sebagai pelatih– Persipura berhasil menjuarai Liga Indonesia.

Menulis Buku

Menuai banyak prestasi dan pujian, RD enggan menulis buku autobiografi dirinya sendiri. Menurutnya, ia masih belum pantas membuat sebuah autobiografi karena ia sendiri masih terus belajar dan belajar. Rahmad Darmawan justru membuat buku tentang pelatihan sepak bola bersama rekannya Ganesha Putra yang bertajuk “Jadi Juara Dengan Sepakbola Possession”.

RD memilih membuat buku tersebut karena baginya buku-buku tentang pelatihan sepak bola di Indonesia sangat jarang dan kebanyakan berbahasa Inggris. Di buku ini pula hasil pemikirannya tertuang ketika ia sebagai pemain.

Ketika menjadi pemain program-program yang diberikan oleh pelatihnya sering ia catat, kemudian ia menganalisa dan membandingkan apa saja yang pas untuk di terapkan. Buku yang bertebal 133 halaman itu pertama kali diedarkan pada tanggal 9 Juni 2012.

Mantan pelatih Sriwijaya FC ini memang selalu haus akan prestasi, untuk itulah ia selalu mencoba meraih yang terbaik dengan apa yang ada di depan matanya dan selalu berusaha dengan keras sama seperti Shio Kuda dengan tahun kelahirannya 1966 yang mempunyai kapasitas besar dalam hal kerja keras.

Semangat dan prestasinya ini memang patut kita contoh.

foto: indobolanews.com

(mir/rut)

Related Posts