Serangkaian Aksi Terorisme yang Pernah Terjadi di Indonesia

Photo by koran-jakarta.com

Gemintang.com – Belakangan ini rakyat Indonesia dibuat was-was dengan keberadaan para teroris yang masih berkeliaran dengan aksinya yang menelan banyak korban jiwa. Selain mengundang perhatian, peristiwa ini juga menimbulkan simpati bagi para korban-korbannya. Dan berikut adalah beberapa aksi terorisme yang pernah terjadi di Indonesia yang telah merenggut nyawa ratusan korban.

1. Ternyata pada tanggal 28 Maret 1981, Garuda Indonesia pernah diserang oleh teroris. Dalam perjalanan menuju Medan setelah transit di Palembang dari penerbangan Jakarta, pesawat ini dibajak oleh 5 orang bersenjata yang mengaku sebagai angota Komando Jihad. 3 Teroris tersebut mengaku sebagai bagian dari penumpang pesawat Garuda Indonesia. Aksi ini mengakibatkan 1 orang kru pesawat tewas, 1 orang penumpang tewas, dan 3 orang teroris tewas.

2. Lima tahun kemudian, tepatnya 21 Januari 1985, aksi terorisme dengan motif “jihad” kembali terjadi. Kali ini menimpa salah satu tempat keajaiban dunia yang ada di Yogyakarta, Candi Borobudur.

3. Pada tahun 2000, ada empat aksi teror yang pernah terjadi. 1 Agustus 2000, sebuah bom meledakkan Kedubes Filipina. Akibat peristiwa ini 2 orang tewas serta 21 orang luka-luka termasuk di dalamnya Duta Besar Filipina untuk Indonesia, Leonides T. Canay dan kerusakan mobil-mobil yang terparkir di lokasi sekitar.

27 Agustus 2000, bom kembali menimpa kedutaan. Kedutaan kali ini yang menjadi sasaran adalah Malaysia. Beruntung bom yang meledak di kompleks Kedubes Malaysia ini tidak memakan korban.

13 September 2000, bom kembali terjadi di Gedung Bursa Efek Jakarta tepatnya di lantai parkir P2. 100 korban berjatuhan, 10 diantaranya tewas dan ratusan mobil rusak parah.

24 Desember 2000, bom ini tepat diledakkan di beberapa kota di Indonesia yang sedang merayakan malam Natal. Ketika itu 16 orang tewas, 96 orang terluka, dan 37 unit mobil rusak.

4. Kembali, empat aksi terorisme terjadi di tahun berikutnya. Tiga diantaranya tidak ada korban jiwa. Yang pertama yaitu bom yang diledakkan di Gereja Santa Anna dan HKBP pada 22 Juli 2001. Nyawa lima orang pun menjadi korban dalam pemboman ini.

Yang kedua adalah bom yang meledakkan kawasan Plaza Atrium Senen pada 23 September 2001. Beruntung tidak ada korban jiwa melainkan hanya ada 6 orang yang luka ringan.

Yang ketiga adalah bom restoran cepat saji, KFC Makasar pada tanggal 12 Oktober 2001. Kembali tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Yang keempat adalah bom yang terjadi di halaman sekolah AIS (Australian International School) pada 6 November 2001. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

5. Setahun kemudian, ada tiga aksi terorisme yang terjadi. Bom pertama terjadi di malam tahun baru, 1 Januari 2002. Bom ini meledak di kawasan Bulungan, Jakarta tepatnya di salah satu rumah makan.Empat bom kembali meledak di berbagai gereja di Palu, Sulawesi Tengah dan beruntung tidak ada korban jiwa. Bom kedua dikenal dengan Bom Bali yang terjadi pada 12 Oktober 2002 dan sempat menjadi headlines news di berbagai negara.

Ada tiga ledakan yang terjadi dan menyebabkan korban tewas sejumlah 202 orang dan 300 orang luka-luka. Sebagian besar warga yang menjadi korban adalah warga Australia. Bom ketiga meledakkan sebuah restoran cepat saji, McDonald’s Makasar pada 5 Desember 2002. Walaupun korban yang berjatuhan tidak banyak dalam kasus ini, yaitu 11 orang luka-luka dan 3 lainnya lagi tewas, namun tetap saja peristiwa ini menimbulkan kenangan pahit bagi keluarga yang ditinggalkan.

6. Tiga bom kembali terjadi di tahun 2003. Bom yang pertama terjadi pada 3 Februari 2003 di lobi Bhayangkari Mabes Polri Jakarta.

Bom yang kedua terjadi pada 27 April 2003 di terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta. Peristiwa ini memakan 10 korban, 2 diantaranya luka berat dan sisanya hanya mengalami luka ringan.

Bom yang ketiga terjadi pada 5 Agustus 2003 di Hotel JW Marriott. Dan memakan korban tewas berjumlah puluhan dan ratusan lebih orang lainnya menderita luka-luka.

7. Pada tahun 2004, ada tiga pemboman yang terjadi. Pemboman pertama dikenal dengan nama Bom Palopo yang terjadi pada 10 Januari 2004. Ada empat orang yang tewas dalam peristiwa ini.

Pemboman kedua dikenal dengan Bom Kedubes Australia yang terjadi pada 9 September 2004. Ada 5 orang yang tewas, ratusan orang luka-luka, dan beberapa gedung di sekitar yang ikut kena dampaknya. Pemboman ketiga dikenal dengan Bom Gereja Immanuel di Palu, Sulawesi Tengah pada 12 Desember 2004.

8. Lima bom kembali meledak di tahun 2005. Pada tanggal 21 Maret ada dua bom yang meledak di kota Ambon dan beruntung tidak ada korban jiwa. Pada tanggal 28 Mei, ada 22 orang yang tewas dalam pemboman yang dikenal dengan Bom Tentena.

Pada 8 Juni, bom meledak di Pamulang. Kali ini yang menjadi korban adalah kediaman Ahli Dewan Pemutus Kebijakan Majelis Mujahidin Indonesia Abu Jibril. Tidak ada korban jiwa dalam pemboman ini. Pada tanggal 1 Oktober, bom kembali mengguncang Bali. Dalam peristiwa ini, 22 orang tewas dan 102 orang luka-luka. Pada tanggal 31 Desember, sebuah pasar di Palu, Sulawesi Tengah menjadi sasaran dan mengakibatkan 8 orang tewas dan 45 orang luka-luka.

9. Empat tahun kemudian tepatnya tahun 2009, dua bom diledakkan secara bersamaan di Jakarta tepatnya JW Marriott dan Ritz-Carlton.

10. Dua tahun kemudian, 2011, tiga bom meledak di tiga kota di Indonesia. Kota pertama adalah Cirebon dimana sebuah bom bunuh diri diledakkan di Masjid Malporesta pada 15 April 2011. Peristiwa ini menewaskan pelaku pemboman dan melukai 25 orang.

Kota kedua adalah Tangerang dimana polisi berhasil menggagalkan aksi pemboman terhadap Gereja Christ Cathedral. Kota berikutnya adalah Solo. Sebuah bom bunuh diri kembali diledakkan di GBIS Kepunten, Solo, Jawa Tengah. Satu orang pelaku tewas dalam peristiwa ini sedangkan 28 orang lainnya terluka. Tidak ada korban jiwa dalam pemboman yang terjadi di Pospam Gladak, Solo, Jawa Tengah pada 19 Agustus 2012. Namun aksi ini tetap membuat rakyat semakin was-was.

Sobat Gemintang, ada begitu banyak peristiwa aksi terorisme yang terjadi di Indonesia, namun dari kejadian tersebut kita belajar untuk selalu waspada dimanapun kita berada dan berdoa meminta perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar kita senantiasa dilindungi dari kejadian-kejadian naas.

(lyd/rut)

Related Posts