Sosok Ustad Jefri Al Buchori

Gemintang.com – Ustad Jefri Al Buchori atau yang lebih dikenal dengan Uje memang sudah dulu meninggalkan kita ketika dipanggil keharibaan-Nya pada 26 April 2013 di usianya yang ke-40. Tidak sedikit yang terkejut dan bersedih dengan kepergiannya yang terkesan mendadak ini. Tapi, tidak ada seorang pun dari kita yang tahu kapan kita akan meninggalkan dunia ini.

Kesahajaan dan pribadi menyenangkan dari Uje pastinya tidak dengan mudah dapat dihapus dalam tiap benak orang. Pasca kepergiannya, Uje meninggalkan seorang istri yang dinikahinya pada tahun 1999, Pipik Dian Irawati dan tiga orang anak, Adiba Khanza Az-Zahra, Mohammad Abidzar Al-Ghifari, Ayla Azuhro dan Attaya Bilal Rizkillah. 

Pria kelahiran Jakarta, 12 April 1973 ini adalah anak ketiga dari ayah bernama Ismail Modal (alm) dan ibu bernama Tatu Mulyana. Uje kecil termasuk anak yang cerdas di sekolahnya karena Uje tidak perlu mengecap bangku kelas empat sekolah dasar. Sejak kecil Uje memperlihatkan minatnya pada bidang studi agama dan kesenian meskipun lingkungan tempat tinggalnya dikelilingi oleh bar dan diskotik.

Uje dua kali mengalami penundaan dalam studinya, yang pertama adalah ketika harus pindah sekolah saat belajar di sebuah pesantren setelah lulus dari SD karena sebuah masalah, dan yang kedua adalah ketika tidak menyelesaikan kuliahnya di sebuah akademi penyiaran di Rawamangun.

Uje mengakui masa mudanya bisa dikatakan identik dengan kebebasan dan kebebasan itu akhirnya memperkenalkan Uje dengan dunia malam dan narkoba. Selama hidupnya, Uje pernah berkariEr menjadi seorang aktor dalam sinetron Pendekar Halilintar pada tahun 1991 di TVRI.

Pernah juga bergabung di sanggar milik Aditya Gumay, dan pernah menjadi penari di sebuah klub malam serta menjadi model dalam berbagai kesempatan. Sedangkan untuk karir dakwah dimulai ketika Uje harus menggantikan kakaknya dalam berkhotbah pada tahun 2000.

Uje semakin dikenal sebagai pendakwah sejak tahun 2002 lewat program “Salam Sahur” yang ditayangkan di salah satu TV swasta. Uje pun menyesuaikan penampilannya dengan target dakwahnya, yaitu para remaja. Uje pun berdakwah melalui media lagu di tahun 2005.

Ketika itu sebuah album rohani berhasil diciptakan yaitu “Lahir Kembali”. Tidak sedikit orang yang akhirnya berkolaborasi dengan Uje, salah satunya adalah band Ungu dalam lagu “Surga Hati”.

Meskipun Uje harus pergi karena sebuah kecelakaan tunggal yang dialaminya, akan tetapi dakwah dan teladan yang diberikannya tentunya tidak akan menghilang begitu saja. Salah satunya bisa dilihat dengan sebuah buku yang ditulis oleh Ibu Uje, Tatu Mulyana, yang berjudul “Untukmu Uje”. Sang ibu menuangkan kehilangannya pasca kepergian Uje dan beberapa perjalanan hidup Uje lewat buku ini.

foto: tempo.co

(ldy/rut)

Related Posts