Syarat SNMPTN 2014 Dinilai Diskriminatif

Photo by theguardian.com

Gemintang.com – Tahun ini nampaknya menjadi tahun yang sulit bagi para penyandang difabilitas untuk mengikuti Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau SNMPTN 2014. Pasalnya, tercetus syarat dari panitia SNMPTN bahwa ujian ini tidak terbuka bagi para peserta dari kaum tunarungu, tunawicara, tunadaksa dan buta warna.

Protes keras khususnya dari para penyandang cacat bermunculan sehingga aksi protes dan unjuk rasa pun tak dapat dihindarkan. Di sejumlah kota termasuk Jakarta, aksi protes sengaja dilakukan agar syarat tersebut cepat-cepat dihapuskan. Di Jakarta sendiri, aksi protes sempat diadakan di gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta Pusat, Rabu (12/3).

Keterbatasan fisik tidak semestinya dijadikan penghalang bagi anak-anak yang mau meraih ilmu pengetahuan. Karena itulah tak sedikit para pengamat pendidikan yang setuju agar syarat satu ini dihapuskan. Bukan hanya itu, syarat ini pun tentu melukai hati dan mematahkan semangat para kaum difabel yang ingin bersekolah lebih tinggi.

Namun pihak panitia SNMPTN 2014 mengatakan bahwasanya syarat ini hanya berlaku di beberapa jurusan tertentu, tidak seluruhnya. Sementara bagi Retno Lisyarti, Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menilai syarat ini sangat kental dengan penilaian diskriminatif panitian terhadap calon peserta SNMPTN 2014 untuk para kaum difabel.

(ysf/rut)

Related Posts