4 Isu yang Dikhawatirkan Anak-anak

Gemintang.com – Siapa sangka kalau ternyata anak-anak umur 4-6 tahun sudah memiliki banyak ketakutan dan kekhawatiran? Menurut pakar pediatri dunia, anak-anak yang masih lucu-lucunya ini memikirkan banyak hal dalam otak kecil mereka, yang tanpa mereka sadari membuat mereka mengalami rasa takut dan khawatir berlebih.

Biasanya hal-hal tersebut tidak terjadi begitu saja, infiltrasi orang dewasa di sekitar mereka seringkali memicu hal itu. Mau tahu 4 hal yang ditakuti dan dikhawatirkan sang buah hati?

1. Bullying

Anak-anak usia dini yang baru mulai masuk TK atau PAUD bisa saja mengalami bullying di sekolah mereka. Dengan berbagai informasi yang mudah didapat anak, baik dari perlakuan orang dewasa di sekitar mereka sampai eksploitasi media, anak-anak terbiasa melihat aksi saling ejek, ungkapan cemburu yang berlebihan dan bagaimana perlakuan kepada pihak yang dianggap lemah atau minor. Akibatnya, tidak jarang mereka menirunya untuk dilakukan kepada teman-teman mereka yang dianggap ‘lemah’, ‘jelek’, kurang pandai’, atau berbeda dengan mereka.

Untuk mengatasinya, orang tua harus mengajarkan anak berani berkata, “kamu tidak boleh berbuat seperti ini pada saya”. Selain itu, orang tua juga harus pandai memberi contoh bagaimana berperilaku sebagai mahluk sosial, sehingga anak tidak akan kesuliatan bersosialisasi dan berteman. Anak yang memiliki banyak teman biasanya jarang dibully.

2. Perlakuan jahat dari orang terdekat

Bagi anak-anak, orang terdekat mereka adalah orang yang seharusnya bisa dipercaya dan diandalkan. Sayangnya banyak anak diperlakukan tidak baik oleh orang orang-orang terdekatnya. Perlakuan buruk tidak hanya berupa pukulan fisik, namun juga cacian, makian, atau label negatif yang menyakitkan secara verbal. Jangan salah, anak-anak cenderung lebih sensitif baik dalam mendengar dan memperhatikan orang-orang di sekitar mereka.

Melihat pertengkaran orang tua bisa membuat anak-anak jadi rapuh secara emosi. Beberapa perilaku yang bisa menjadi tanda bahwa anak merasa tidak aman di rumah adalah perilaku buruk di rumah dan sekolah, tantrum sampai meraung-raung, dan kebiasaan ngompol.

3. Perceraian orang tua

Ayah dan ibu merupakan satu kesatuan bagi seorang anak. Bila salah satu dari orang tua melontarkan isu perceraian, sang anak akan merasa takut, bingung, dan sedih. Apalagi media televisi yang banyak menayangkan isu-isu perceraian selebritis, hal ini membuat anak jadi bertanya-tanya dan khawatir.

Oleh karena itu, orang tua harus teliti dalam memberikan eksposure media kepada anak. Tidak ada salahnya bila orang tua sering mengungkapkan rasa sayang secara verbal, yang akan membuat anak merasa lebih aman.

4. Bencana alam

Bencana alam seperti banjir, gempa bumi, angin putting beliung, dan berbagai bencana alam lainnya juga membuat anak-anak takut dan khawatir. Pada dasarnya ketika anak-anak melihat atau mendengar berita bencana alam, mereka tidak begitu mengerti penjelasan ilmiahnya, yang mereka lihat adalah kehancuran atau kerusakan yang diakibatkan dan wajah-wajah sedih serta putus asa para korban.

Hal tersebut membuat mereka jadi panik dan ketakutan bila hal yang sama terjadi dalam kehidupan mereka. Jadi, jangan biarkan mereka melihat atau mendengar hal-hal mengenai bencana alam tanpa ada pendamping disamping mereka.

foto: sheknows.com

(ldy/rut)

Related Posts