Sahabatku Berubah Jauh

Photo by sheknows.com

Gemintang.com – “Entah sejak kapan dia mulai tidak menghiraukanku. Pesan yang aku kirimkan sudah tak pernah lagi ia balas. Jangankan mengangkat telpon, saat aku datang kerumahnya pun terlihat jelas dia berusaha menghindar. Dia menitipkan pesan pada seseorang yang lalu mengatakan padaku bahwa dia sedang tak ada. Aku sedih, karena rupanya dia berbohong. Aku tahu betul kalau dia itu ada didalam. Untuk sahabatku, aku hanya ingin kita seperti dulu.” – Thiya, Karyawan 26th

Untuk kalian para pembaca, apa sih, yang kalian ketahui tentang arti persahabatan?

Semua orang butuh teman, dan setiap teman memerlukan sahabat sejati untuk bisa saling membantu sesamanya. Namun proses untuk menjadikan teman sebagai sahabat sejati tentulah butuh usaha, yakni setia dan saling menjaga. Layaknya hubungan cinta sepasang kekasih, hubungan pertemanan pun bisa menemui kesulitan yang sama. Untuk hal seperti diatas, adakah dari Sobat Gemintang yang memiliki kisah serupa? Sahabat yang berubah secara tiba-tiba, yuk, telusur hal apa saja yang berkemungkinan menjadi alasan sehingga dia seperti itu.

  • Adakah hal yang kamu sembunyikan?

Coba ingat kembali kapan terakhir kali kamu menemuinya. Pada saat itu, apakah kamu masih baik-baik saja dan ingat dengan apa yang dikatakan sahabatmu? Barangkali sahabatmu tahu akan satu hal yang belum sempat kamu ceritakan. Sedangkan baginya, hal itu sama dengan kebohongan karena kamu tidak berlaku terbuka sepenuhnya. Dan bila ya, datangi sahabatmu saat ini juga. Tak peduli dia mendengar atau tidak, kamu harus katakan bahwa hal itu beralasan. Ungkapkan bahwa kamu tidak menceritakannya karena kamu tak ingin membuatnya khawatir. Atau berikan alasan lain yang dirasa tepat olehmu.

  • Adakah hal yang membuatnya iri?

Percaya deh, sedekat apapun kamu dengan sahabat, bukan artinya dia tak ingin menjadi sepertimu. Ayo, coba ingat dan pikirkan kembali, adakah hal yang memungkinkan dia iri, terutama terhadapmu? Mungkin sempat sesekali kamu pamer ini-itu. Bagimu, mungkin hal biasa. Tapi baginya, hal itu bisa jadi masih mimpi untuk memiliki apa yang kamu punya. So, sedikit rendah hati saja, ya. Dan jangan lagi demikian bila sahabatmu belum bisa memilikinya. Atau bila bisa dibagi, ya mengapa tidak? Justru itu yang lebih baik.

  • Kamu mulai mengabaikannya

Saat ada orang yang dirasa lebih bisa membuat kita nyaman, kita terkadang lupa bahwa ada seseorang yang lebih dulu menjadi “soulmate” kita. Well, katakanlah sahabat lama sebagai soulmate tiada tara. Maksudnya, kita menganggap dia sebagai teman seumur hidup. But see? Kita terlalu senang dengan teman baru yang lebih mengasyikkan. Sehingga tanpa disadari, kita justru balik mengabaikan teman yang dikatakan “soulmate” itu. Bila kamu adalah dia, coba katakan seberapa kesalnya perasaan kamu saat itu. Apa yang kamu pikirkan saat merasa diabaikan? Tak ingin berteman lagi? Dan ya, mungkin itu juga yang dipikirkan oleh solumate seumur hidupmu. Jangan biarkan sahabat sejati pergi dari hidupmu, karena mudah mencari seribu musuh namun sulit mendapat satu yang sepertinya.

(mir/rut)

Related Posts