8 Prinsip Berkomunikasi dengan Anak Agar Hubungan Semakin Dekat

Gemintang.com – Rutinitas sehari-hari kadang mengakibatkan rendahnya intensitas komunikasi antara orangtua dan anak. Selain itu, perkara komunikasi juga bukan perkara yang mudah. Orangtua harus tahu bagaimana caranya menjalin hubungan afeksi dan interpersonal yang baik dengan mereka, karena jika tidak, orang tua dan anak justru akan terlibat konflik.

Nah, bagaimanakah cara-cara komunikasi yang baik dengan anak agar hubungan antara orang tua dan anak tetap dekat? 8 prinsip dalam artikel ini bisa jadi akan sangat membantu kamu, para orangtua terkasih.

Anak-anak butuh didengar

Meskipun masih anak-anak, mereka juga berhak didengar. Tak seharusnya selalu orang tua yang bicara dan anak yang jadi pendengarnya. Hubungan keduanya tentu harus bisa seimbang. Dengarkan apa yang mereka mau atau apa yang mereka rasakan. Ketika anak-anak merasa dirinya didengar, mereka pun akan lebih mudah untuk diajak berkompromi.

Jangan memotong pembicaraan

Sebagai orang tua tentu kita harus memberi contoh yang baik. Bahwa memotong pembicaraan lawan bicara bukanlah hal yang baik. Tidak memotong pembicaraan anak berarti memberi kesempatan pada mereka untuk tuntas menyampaikan maksutnya. Orang tua pun bisa perlahan memahami pola pemikiran si anak.

Gunakan gaya bahasa yang dimengerti oleh anak

Orangtua harus pintar menempatkan diri dalam berkomunikasi dengan anak. Maksudnya, perkara memilih gaya bicara pun harus tepat. Kita tentu tidak bisa berbicara dengan gaya bahasa yang kaku dan bertele-tele. Pastikan bahwa anak bisa memahami dan mengerti apa yang orangtua sampaikan.

Komunikasi dengan anak tidak pernah terbatas waktu

Komunikasi yang berhasil dengan anak adalah yang dilakukan secara terus-menerus, setiap hari, dan sepanjang waktu. Pasalnya, hubungan dalam keluarga hanya bisa terjalin dengan baik ketika seluruh anggota keluarganya bisa menjadikan komunikasi sebagai kebutuhan utama.

Perhatikan soal gestur tubuh

Komunikasi dengan anak tidak bersifat verbal saja, tetapi juga dengan komunikasi non verbal. Saat berdiskusi dengan mereka, jangan segan untuk duduk berdekatan sambil memberikan sentuhan tangan atau pelukan. Selain itu, pastikan kita duduk sejajar dengan mereka karena hal ini menandakan bahwa kita menghargai mereka sekalipun masih kanak-kanak.

Jangan pelit memberi pujian pada anak-anak

Memberi pujian pada anak ternyata bisa berdampak positif dalam komunikasi antara orang tua dan anak. Pasalnya, pujian yang diberikan orang tua akan membuat anak merasa dihargai dan lebih percaya diri.

Perhatikan soal intonasi saat berbicara

Saat berbicara dengan anak, orang tua haruslah menentukan intonasi bicara yang tepat. Jangan sekali-kali menggunakan nada tinggi karena akan berakibat fatal. Anak justru akan merasa seperti dimarahi sehingga mereka cenderung takut dan memilih menjauh dari orang tua.

Bicarakan hal-hal yang menarik dalam hidupnya

Agar komunikasi dengan anak selalu terjalin baik, orangtua harus pintar-pintar mencari tema. Tentu bukan perkara sekolah dan pelajaran saja yang bisa dibicarakan. Ada banyak hal yang pasti membuat anak tertarik untuk berbicara atau bercerita. Soal hobi, hubungan dengan teman, dan hal-hal lain yang disukai mereka misalnya.

foto: inside.akronchildrens.org

(nab/rut)

8 Prinsip Berkomunikasi dengan Anak Agar Hubungan Semakin Dekat silky

Review

8 Prinsip Berkomunikasi dengan Anak Agar Hubungan Semakin Dekat

Summary: 8 Prinsip Berkomunikasi dengan Anak Agar Hubungan Semakin Dekat

5

Good

User Rating: 2.7 (5 votes)

Related Posts