Kebaikan Hati Wayne Ingram, Sang Prajurit Penjaga Perdamaian

Gemintang.com– Entah apa jadinya jika Stefan Savic tidak bertemu dengan Wayne Ingram pada tahun 2003 silam. Sejak lahir Stefan menderita kelainan di wajahnya: hidung sumbing dan jarak antara mata satu dengan yang lainnya begitu jauh. Kelainan tersebut tentu mengganggu sistem pernafasan dan indra penglihatan Stefan.

Keluarga Stefan bukan tidak berusaha memperbaiki wajahnya yang sumbing, mereka telah berusaha sekuat tenaga namun kendala biaya yang amat mahal serta fasilitas medis yang ada di Bosnia saat itu sangat terbatas sehingga membuat orangtua Stefan tidak bisa berbuat apa-apa. Hingga pada suatu hari di tahun 2003 saat Stefan berumur 4 tahun, ia bertemu dengan seorang prajurit penjaga perdamaian bernama Wayne Ingram yang sedang bertugas di Bosnia, tempat tinggal Stefan dan keluarga.

Saat Ingram sedang menjalankan tugas rutin berpatroli ia bertemu dengan ayah Stefan. Melalui ayahnya, Stefan Savic dan Wayne Ingram saling berkenalan dan perkenalan mereka yang pertama kali membuat hati Ingram tersentuh melihat kondisi Stefan yang memprihatinkan.

Seperti dikutip dari ABC News, Wayne Ingram adalah prajurit asal Inggris yang masuk menjadi pasukan penjaga perdamaian di Bosnia. “Saat pertama kali saya melihat keadaan Stefan, hati saya benar-benar hancur.” Ucap Ingram.

Stevan-Savic-Wayne-Ingram-1

Namun rupanya bukan hanya hati Ingram yang hancur, ia juga sedih saat mengetahui Stefan yang sudah berumur 4 tahun saat itu belum pernah sekalipun berkenalan atau bermain dengan teman-teman sebayanya atau pergi ke sekolah. Fakta inilah yang membuat hati Ingram tergerak membantu memperbaiki wajah Stefan yang rusak.

Ingram mencoba menghubungi kenalan dan orang-orang terdekatnya untuk menyumbangkan sebagian dana mereka demi operasi pemulihan wajah Stefan Savic. Namun sayang, hasilnya nihil. Tidak berhenti sampai di situ, Ingram pun kembali mencoba cara lain. Sebuah pertandingan sepak bola antar tim lokal dan multikultural untuk penggalangan yang diselenggarakan oleh The Royal Lancer’s, sebuah angkatan darat di Inggris berhasil meraup dana 6.000 euro.

Dana tersebut diperuntukkan Stefan Savic untuk menjalani operasinya di Inggris. Tahun pertama Stefan menjalani dua kali operasi dimana operasi pertama seluruh gigi Stefan terpaksa dicabut dan menghabiskan waktu selama 12 jam. Dan tidak cukup dua kali operasi, dokter ahli bedah asal Inggris yang menangani operasi wajah Stefan, David Dunaway berujar bahwa masih banyak rangkaian operasi yang mesti dijalani anak ini demi mendapatkan hasil yang baik.

Mengikuti saran sang dokter, keluarga Stefan dan Wayne Ingram pun menurutinya. Namun masalah biaya menjadi kendala yang kembali memusingkan mereka. Meskipun begitu, Wayne Ingram tidak berhenti untuk menolong Stefan. Ia kembali mencari dana demi operasi-operasi lain yang mesti dijalani Stefan.

Stevan-Savic-Wayne-Ingram-3

Saat dana tersebut ia dapat, rupanya Ingram masih kekurangan biaya sebesar 15.000 poundsterling. Ia pun berencana menjual motornya demi memenuhi kekurangan biaya yang ada. Tapi siapa sangka, saat Ingram hendak menjual motornya, seorang tetangga yang sudah berumur lebih dari 50 tahun yang identitasnya tidak ingin diketahui orang lain menggenapi kekurangan tersebut dan Stefan pun berhasil menjalani operasi lanjutannya. Kini, setelah sepuluh tahun berlalu dan operasi demi operasi yang begitu panjang dijalani oleh Stefan, wajah yang lebih baik pun di dapatkan anak tersebut.

Sobat Gemintang, apa yang dapat kita petik dari kisah inspirasi ini? Ya, meskipun kita tidak bisa menciptakan kedamaian untuk banyak orang di luar sana, namun kita bisa menciptakan kedamaian yang sangat berarti untuk satu orang dengan cara memberikan pertolongan. Percayalah, tindakan sekecil apapun yang kita lakukan untuk membantu orang lain pasti membuat hati orang yang kita tolong bahagia. Gemintang yakin bahwa bukan hanya Stefan yang senang mendapati wajah baru yang lebih baik, tapi juga ayah, ibu dan keluarganya yang lain.

Saat kehidupanmu ditimpa banyak masalah, entah itu soal keuangan, keluarga, pekerjaan atau penyakit yang kamu rasa tidak menemui titik terang untuk sembuh, percayalah, Tuhan selalu mengirimkan pertolongan untukmu Bukan atas dasar waktu manusia, tetapi waktu-Nya.

sumber dan foto: abcnews.com

(ysf/rut)

Related Posts